Kuasai Lomba Kapal Cepat, Ini Dukungan Bea Cukai ke PT Lundin

Senin, 26 November 2018 - 15:42 WIB
Kuasai Lomba Kapal Cepat,...
Kuasai Lomba Kapal Cepat, Ini Dukungan Bea Cukai ke PT Lundin
A A A
JAKARTA - Karya anak bangsa kembali mengharumkan Indonesia. Kali ini prestasi diukir anak bangsa melalui PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi, Jawa Timur.

Tahun ini, Carbotech GT38, kapal buatan PT Lundin menguasai kejuaran kapal cepat di Swedia. Tak tanggung-tanggung, Carbotech GT38 meraih juara 1, 2, dan 4. “Carbotech GT38 berhasil mengalahkan kapal-kapal bikinan puluhan perusahaan di Eropa,” kata Manajer Logistik PR Lundin, Eko Budi di Banyuwangi, Sabtu (24/11/2018).

Di pasar luar negeri, PT Lundin menggunakan nama North Sea Boats. Tak hanya Carbotech, PT Lundin juga memproduksi sejumlah kapal lainnya. Ada Sea Rider, Combat, Penguin, X2K Special Ops RIB hingga Trimaran.

Sebagian besar pasar PT Lundin berada di luar negeri (ekspor). Tahun ini mereka mengekspor 17 kapal. Terdiri dari 15 Penguin dan 2 G7 yang diekspor ke Malaysia, Selandia Baru, dan Swedia. G7 merupakan kapal yang digunakan pasukan khusus Rusia. “Sejak berdiri, kami sudah berhasil memproduksi 278 kapal,” ujarnya.

Kuasai Lomba Kapal Cepat, Ini Dukungan Bea Cukai ke PT Lundin


Sejumlah Negara tercatat telah menjadi klien PR Lundin, di antaranya Swedia, Rusia, Australia, Malaysia, hingga Timor Leste. Dari Indonesia di antaranya, TNI, Basarnas, serta Kementerian Perikanan dan Kelautan (KPP). Saat ini PT Lundin bekerja sama dengan Pindad membangun tank boat.

PT Lundin merupakan perusahaan pembuat kapal. Spesialisi mereka adalah kapal berbahan serat karbon dan serat gelas. Serat karbon memiliki kekuatan 4 kali lipat dari baja, namun lebih ringan. Bahan baku masih impor dari Inggris karena memiliki kualitas lebih baik.

Mengenai impor bahan baku inilah, Bea Cukai berperan penting dengan kebijakan Kawasan Berikat. Dengan adanya Kawasan Berikat ini, PT Lundin tidak perlu membayar pajak impor untuk mendatangkan bahan baku dari luar negeri.

Jika kapal sudah jadi dan diekspor, maka pajak impor tidak akan dikenakan alias bebas pajak impor. “Jika kapal tersebut dijual ke pasar lokal, nah baru pajak impor kita kenakan,” kata Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea Cukai, Deni Surjantono saat mengunjungi PT Lundin.

Kawasan Berikat merupakan upaya Bea Cukai menumbuhkan industri di Tanah Air. Dengan adanya Kawasan Berikat ini diharapkan, pelaku industri tidak terbebani dengan pajak impor sehingga biaya produksi bisa ditekan sehingga harga bisa bersaing. Diketahui, Fungsi Bea Cukai yakni revenue collection, community protection, trade facilitation, dan industrial existen. “Banyak multiplier effect jika sebuah industri terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Misalnya, penyerapan tenaga kerja dan ekonomi sekitar tumbuh. Entah itu makanan bagi para tenaga kerja maupun suplai barang-barang lainnya. “Misalnya cat, kita masih beli di pedagang di sekitar Banyuwangi,” kata Eko. PT Lundin saat ini memiliki 140 karyawan, terdiri dari 120 pekerja dan 20 staf (dua orang ekspatriat).

Sebagai fungsi kontrol, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KKBC) Banyuwangi juga mendirikan pos di kawasan PT Lundin. Bea Cukai mengawasi bahan baku, proses pembuatan kapal, dan ketersediaan stok. “Kami melakukan pengawasan 24 jam,” kata Kepala KKBC Banyuwangi, R Evy Suhartantyo.

Kuasai Lomba Kapal Cepat, Ini Dukungan Bea Cukai ke PT Lundin


Selain penempatan personel di PT Lundin untuk mengawasi keluar masuk barang, Bea Cukai juga memasang CCTV. “Kami menamakannya IT inventory. Dari kantor, kami juga bisa melakukan pengawasan,” lanjutnya.

Pengawasan ini dilakukan agar pelaku industri tidak melakukan kecurangan. Apalagi pasar PT Lundin, 80% ekspor dan 20% pasar lokal. “Agar kasus seperti pabrik garmen di Bandung tidak terjadi. Mereka kita kasih fasilitas Kawasan Berikat, namun nyatanya ekspor fiktif,” tutur Deni.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT DPL Berhasil Docking...
PT DPL Berhasil Docking Kapal yang ke Seribu
Miris! Pemerintah Impor...
Miris! Pemerintah Impor Kapal di Saat Usaha Galangan Lokal Sepi Proyek
Dukung Pelaku Industri...
Dukung Pelaku Industri Perkapalan, Menko Airlangga Tinjau Langsung Produksi KRI Teluk Palu
Industri Galangan Kapal...
Industri Galangan Kapal Terus Menggeliat Jawab Keraguan Presiden
Purbaya Sentil Impor...
Purbaya Sentil Impor Kapal Bekas: Orang Kita Jago, Cuma Tak Dikasih Kesempatan
BKI Tingkatkan Kompetensi...
BKI Tingkatkan Kompetensi di 14 Industri Galangan Kapal
Berita Terkini
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
6 menit yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
22 menit yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
31 menit yang lalu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
1 jam yang lalu
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
1 jam yang lalu
Bahlil Pastikan Warga...
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Blok Masela Bakal Dapat Ganti Untung
2 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved