Kementan Fokus Kembangkan Komoditas Apel di Kota Batu

Senin, 10 Desember 2018 - 05:01 WIB
Kementan Fokus Kembangkan...
Kementan Fokus Kembangkan Komoditas Apel di Kota Batu
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah fokus mengembangkan komoditas apel di Kota Batu. Pengembangan ini guna mendorong Kota Batu sebagai tempat wisata apel, sehingga petani apel terus mendapatkan nilai tambah dan keuntungan.

Dalam rangka itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi berkunjung ke Kota Batu, Minggu (9/12). Suwandi mengungkapkan apel Kota Batu menjadi sentra andalan nasional menjadi daya tarik wisata.

"Wisatawan disuguhi wisata petik dan makan apel, membawa oleh-oleh apel segar maupun olahan kripik, juice, sari buah dan lainnya," ujarnya dalam siaran pers.

Suwandi menyebutkan secara nasional kawasan sentra utama apel terdapat Kota Batu dan Pasuruan. Kini sudah berkembang di Bantaeng, Kendal dan Lombok Timur. Varietas yang berkembang yaitu Manalagi, Anna dan Rome Beauty, yang masing-masing punya cita rasa berbeda, bentuk, ukuran dan tekstur khas.

"Konsumen biasa menyebut apel hijau untuk Manalagi dan apel semburat merah untuk jenis apel Anna," sebut dia.

Menurut Suwandi, apel Rome Beauty bisa panen 30-40 kg per pohon dengan bentuk agak bulat, warna kulit buah hijau kemerahan, daging buah keras namun bertekstur halus, dan aroma buah yang kuat.

Sementara apel Anna agak unik, rasa sedikit lebih asam. Namun, jika dibiarkan 3-4 hari setelah dipetik, terasa manis dan beraroma tajam. Ciri bentuk buah memanjang, kulit buah tipis dengan warna kuning dan semburatan warna merah, daging buah padat cenderung masir, dan kandungan air dalam buah cukup tinggi.

Pengelola Gapoktan Mitra Arjuna Luki Budiarti mengatakan, biaya produksi apel sekitar Rp5.000 per kg dan harga jual normal Rp8.000 sampai Rp12.000 per kg, sehingga petani menikmati margin yang lumayan.

Luki mengakui pada bulan Desember-Januari harga biasanya turun akibat panen raya buah mangga dan lainnya yang menyebabkan permintaan apel turun. Terkait dengan itu, pihaknya melakukan perbaikan mutu mulai dari benih unggul, pascapanen, penyimpanan dan distribusi sehingga awet tidak mudah rusak sampai ke tujuan."Untuk produk apel grade bawah diolah menjadi kripik, sari buah, jenang dan dodol sehingga tumbuh juga industri olahan," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Apel Putsa Tumbuh Subur...
Apel Putsa Tumbuh Subur di Nimbokrang Jayapura
5 Manfaat Buah Apel...
5 Manfaat Buah Apel untuk Kesehatan, Jaga Saluran Cerna hingga Turunkan Risiko Sakit Jantung
BBKP Makassar Proyeksikan...
BBKP Makassar Proyeksikan Bulukumba Jadi Percontohan Ekspor Manggis
Dari Tomat hingga Stroberi,...
Dari Tomat hingga Stroberi, Ini 5 Buah Merah Penyelamat Jantung Anda
4 Buah Penurun Kadar...
4 Buah Penurun Kadar Gula Darah dengan Cepat, Nomor 3 Dikonsumsi Sebelum Makan Nasi
Apel vs Jeruk: Mana...
Apel vs Jeruk: Mana yang Lebih Aman untuk Gula Darah?
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
3 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
4 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
4 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
4 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved