Kadin Dukung Seluruh Elemen JICT Berantas Praktik Pungli

Rabu, 19 Desember 2018 - 17:49 WIB
Kadin Dukung Seluruh...
Kadin Dukung Seluruh Elemen JICT Berantas Praktik Pungli
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menolak keras adanya pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Tanjung Priok khususnya di Terminal Peti Kemas JICT. Siapa pun yang melakukan dan membela adanya pungli harus ditindak.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto menegaskan, pihaknya mendukung setiap kegiatan pemberantasan pungutan dan sebagainya di seluruh pelabuhan. Apalagi pemerintah bersama kepolisian juga proaktif dalam memberantas praktik pungutan liar, dan bersikap tidak ada kompromi terhadap praktik kotor tersebut.
Namun, pemberantasan praktik pungli tersebut menurutnya harus didukung oleh seluruh elemen di pelabuhan, terutama oleh direksi JICT. Hal itu penting mengingat pungli akan merusak iklim bisnis pelayaran ekspor impor yang sedang dijaga. Pungli juga akan mengganggu operasional dan mengakibatkan ekonomi berbiaya tinggi. Sehingga hal itu menghambat pemerintah dalam meningkatkan daya saing nasional."Untuk itu, saya berharap, seluruh elemen mendukung pemberantasan praktik pungutan tidak terduga tersebut. Agar iklim bisnis kepelabuhanan dan kelancaran arus barang dapat berjalan optimal, karena pelabuhan merupakan nadi dari kelangsungan ekonomi kita,"ujarnya di Jakarta, Rabu (19/12).
Carmelita menambahkan, serikat pekerja (SP) yang sering berunjuk rasa berlarut-larut juga bisa mengganggu kinerja di pelabuhan. Apalagi jika alasan yang diusung hanya untuk keuntungan sepihak. "Demonstrasi dibolehkan untuk menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai berlarut-larut. Saya kira manajemen dan serikat pekerja perlu duduk bersama dan harus mendapatkan win-win solution. Para pekerja harus berbesar hati dan legawa dalam bernegoisasi. Sehingga aksi demonstrasi tidak berkepanjangan. Dengan begitu, pelayanan di pelabuhan juga tidak terganggu," imbaunya.Sejalan dengan Kadin, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menolak keras adanya pungli di Pelabuhan Tanjung Priok khususnya di Terminal Peti Kemas JICT. ALFI mendukung direksi JICT mengambil tindakan tegas untuk pelaku yang terbukti melakukan pungli. "Kami jelas mendukung pemberantasan pungli karena dapat meringankan segalanya, biaya logistik juga akan berkurang," kata Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Widijanto.
Dia mendukung jika JICT melakukan pemecatan sesuai dengan aturan yang ada terhadap pelaku pungli yang tertangkap basah. Asalkan ada bukti yang nyata agar pemecatan yang dilakukan tidak sewenang-wenang. Diakuinya, saat ini pungli di pelabuhan masih bisa ditemui meskipun tidak seperti dulu. Upaya pemerintah dan berbagai pihak seperti JICT yang gencar memberantas pungli di pelabuhan menurutnya sudah menunjukkan hasil yang cukup baik."Saat ini pungli kan kira-kira masih ada tetapi tidak ganas seperti dulu sebelum ramai dilakukan pemberantasan pungli. Kalau sekarang orang lakukan pungli betul-betul hati-hati sekali, sama-sama kena, yang ngasih kena, yang terima juga kena," kata Widijanto.Sebelumnya direksi JICT mengecam tindakan SP JICT yang berdemo dengan berbagai tuntutan. Namun di balik itu, diduga aksi SP ini terkait dengan rencana manajemen JICT melakukan PHK terhadap tiga oknum pekerja anggota SP karena ketiganya melakukan pungli terhadap pelanggan JICT berdasarkan data dan hasil investigasi.
"Kami mendukung 100 persen keberadaan serikat-serikat yang mewakili Pekerja. Kami menghimbau pengurus SP JICT jangan menggunakan SP untuk menghancurkan perusahaan sendiri JICT juga adalah anak usaha BUMN yang juga aset nasional. Kami sudah melakukan investigasi terhadap insiden tersebut terhadap tiga oknum pekerja itu yang melakukan pungli. Ini adalah pelanggaran berat dan tidak ada toleransi. Kami tidak gegabah dalam mengambil keputusan karena ini yang terbaik bagi perusahaan dan sistem kerja di JICT," tegas Wakil Direktur Utama JICT Riza Erivan.
Dia berharap SP JICT bertindak profesional dan menempatkan kepentingan yang lebih besar. Sebab berbagai aksi demonstrasi yang dilakukan SP JICT selama ini diduga bermuatan kepentingan personal dan keuntungan sepihak. Setidaknya dalam dua tahun terakhir SP JICT telah melakukan demonstrasi yang mungkin saja dilatarbelakangi kepentingan tidak jelas."Karena bonus yang menurun akibat kinerja turun di 2016, SP JICT melakukan beberapa kali slow-down dan mogok 5 hari di bulan Agustus tahun lalu karena menolak pembagian bonus produksi yang berkurang itu. Sekarang demontrasi lagi karena oknum anggotanya melakukan pungli, sangat tidak profesional," ucap Riza.Riza menegaskan, JICT merupakan perusahaan yang menerapkan sistem dan standar kerja global. Karena itu juga gaji dan kesejahteraan para pekerja JICT merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Itu sebabnya Riza meminta para pekerja untuk mendukung upaya manajemen JICT meningkatkan kinerja dan mendorong akivitas ekspor dan impor menjadi lebih efisien.Menurutnya, SP JICT sebaiknya membedakan pelanggaran kerja berat di perusahaan dengan kontrak perpanjangan JICT dan Pelindo II. "Selama ini pemegang saham kami selalu taat hukum dan bekerja sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk perpanjangan kontrak tersebut. Saya mohon jangan kemudian masalah ini dipakai untuk menekan perusahaan mengakomodasi kepentingan SP JICT yang menyalahi aturan. JICT bertahun-tahun bekerja untuk mendukung ekonomi Indonesia, itu yang mestinya diprioritaskan pekerja," tegas Riza.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berikan Pendidikan untuk...
Berikan Pendidikan untuk Anak Putus Sekolah, JICT Raih 2 Penghargaan ISDA 2021s
Tanggap Perubahan Iklim...
Tanggap Perubahan Iklim dan SDGS, JICT Gelar Semiloka Lingkungan Hijau
Pakai Teknologi Modern,...
Pakai Teknologi Modern, JICT Tambah Fasilitas Bongkar Muat dengan 2 Quay Crane Baru
JICT Tanjung Priok,...
JICT Tanjung Priok, Pelabuhan Pertama Peraih Sertifikasi ISO 22301
Ujung Tombak Perekonomian...
Ujung Tombak Perekonomian RI, Volume JICT 2024 Tembus 2,2 Juta TEUS
JICT Komitmen Persingkat...
JICT Komitmen Persingkat Waktu Singgah Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
49 menit yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
1 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
3 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
4 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved