Pemerintah Dianggap Tidak Konsisten Ubah FTZ Batam Jadi KEK

Rabu, 19 Desember 2018 - 18:22 WIB
Pemerintah Dianggap...
Pemerintah Dianggap Tidak Konsisten Ubah FTZ Batam Jadi KEK
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam menilai, pemerintah tidak konsisten dengan kebijakan mengubah kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) Batam menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) Batam. Hal ini terlihat dari kebijakan mengalihkan kewenangan BP Batam kepada Pemerintah Kota Batam.

Ketua Dewan Pakar Kadin Batam, Ampuan Situmeang, mengungkapkan kawasan perdagangan bebas merupakan suatu wilayah yang terpisah dari daerah pabean sehingga tidak dipungut PPN dan cukai. Jika diubah menjadi KEK, hal ini tentu akan menimbulkan ketidakpastian kepada pengusaha.

"Republik kita tidak pernah konsisten atas kebijakan. Sebentar daerah industri, sebentar kawasan perdagangan bebas (FTZ). Apa itu kawasan perdagangan bebas, adalah suatu wilayah di NKRI yang terpisah dari daerah pabean sehingga tidak dipungut PPN dan cukai. Itu saja. Jadi substansinya adalah fasilitas. Bukan daerah pabean. Sehingga tata niaga pabean seharusnya tidak berlaku. Tapi ternyata lebih sulit masuk barang ke Batam daripada ke Priok yang daerah pabean," katanya di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Apalagi, sambung dia, pimpinan BP Batam nantinya juga akan dialihkan kepada Walikota Batam. Menurutnya, pemerintah terlalu memaksakan keputusan tersebut dan lagi-lagi membuat ketidakpastian bagi pengusaha.

"Saya sebagai investor melihat situasi ketatanegaaan ini para pengusaha gimana lagi kalau pimpinan BP Batam disatukan secara ex-officio yang jelas tidak bisa di UU tapi dipaksakan. Kalau ini dengan Perppu dibuat, oke silakan. Karena Presiden ada di atas UU. Tapi Presiden harus menjalankan amanah UU. Kalau ada UU yang menghalangi dia menjalankan kedaruratan, bisa ganti UU-nya dengan buat Perppu. Tapi kalau dengan PP dan melanggar UU Pemda, ini bagaimana caranya," imbuh dia.

Ampuan menambahkan, yang merancang PP pun seharusnya Kementerian Dalam Negeri. Sebab, hal ini menyangkut kewenangan Pemda. "Kok ini digodok di Menko. Keluhan dari pengusaha adalah selalu ganti pimpinan ganti kebijakan. Dan ini kalau nanti dialihkan lagi BP Batam ini, substansinya beda sekali," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menko Airlangga: KEK...
Menko Airlangga: KEK Batam Dapat Menjadi Contoh dan Membuat Indonesia Setara dengan Negara Maju
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Jepang Percepat Investasi High-Tech
Tim Dewan Nasional KEK...
Tim Dewan Nasional KEK Pantau Fasilitas Keimigrasian di Batam
Dua KEK Baru dengan...
Dua KEK Baru dengan Investasi Rp32,2 Triliun Disetujui
Dua Kawasan Ekonomi...
Dua Kawasan Ekonomi Khusus Batam Beroperasi Pacu Pertumbuhan Ekonomi
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Berhasil Gaet Investasi Rp22,5 Triliun
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
21 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
38 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved