Pemerintah Tingkatkan Penggunaan Sumber Energi Alternatif

Kamis, 20 Desember 2018 - 17:07 WIB
A A A
Hingga kuartal III/2018 penyaluran B20 sudah mencapai 2,53 juta kiloliter (kl) dari target tahun ini sebesar 3,92 juta kl. Rencananya dari 112 titik lokasi terminal bahan bakar minyak (TBBM) bakal dipangkas menjadi 10 titik penerima yang terdiri dari enam kilang Pertamina dan empat tempat eks impor BBM.

Pengurangan titik distribusi tersebut mulai diberlakukan paling lambat 1 Januari 2019. Adapun pengurangan titik pengiriman paling banyak untuk wilayah Indonesia Timur. Alasannya, permintaan FAME di wilayah Indonesia Timur dari sisi volume cenderung kecil.

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengungkapkan, capaian yang belum optimal karena program baru berjalan pada 1 September 2018 itu masih proses penyesuaian.

Namun, pihaknya mengklaim hingga saat ini proses pengiriman sudah berjalan lebih baik. Meski begitu, Paulus tidak menampik ada permasalahan pada pengiriman sehingga harus ada mekanisme klasterisasi.

Tak hanya itu, pemerintah juga terus mendorong pengembangan panas bumi. Adapun capaian investasi, khususnya di sektor panas bumi, bisa mencapai target tahun ini sekitar USD1,2 miliar. Pasalnya, banyak investor ingin mengembangkan panas bumi di Indonesia.

Data Kementerian ESDM mencatat, kapasitas terpasang dari pembangkit panas bumi hingga kuartal III/2018 mencapai 1.948,5 MW. Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang dari PLTP sebesar 2.058,5 MW.

“Namun, investasi panas bumi memang sedikit mundur dari schedule drilling. Tapi, akhir tahun akan on the track mencapai USD1,2 miliar,” kata Djoko Siswanto.

Pihaknya menargetkan pada 2019 ada lima wilayah kerja panas bumi (WKP) dilelang terbuka pada 2019. Lima WKP yang disiapkan total memiliki potensi kapasitas terpasang 165 megawatt (MW).

Seluruh WKP tersebut berlokasi di Indonesia Timur. Untuk WKP dengan kapasitas terbesar ialah WKP Kotamobagu di Sulawesi Utara dengan rencana pengembangan 80 MW, WKP Bora Polu (40 MW), WKP Lainea di Sulawesi Tenggara, dan WKP Sembalun di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kapasitas masing-masing 20 MW.

Selanjutnya WKP Danau Ranau di Maluku Utara dengan rencana pengembangan 5 MW. Berdasarkan data Kementeriaan (ESDM), realisasi investasi EBT hingga September 2018 mencapai USD804 juta atau tercapai 40% dari target tahun ini sebesar USD2 miliar.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1247 seconds (11.210#12.26)