Pemerintah Tingkatkan Penggunaan Sumber Energi Alternatif

Kamis, 20 Desember 2018 - 17:07 WIB
A A A
Sebagai langkah awal, Pertamina akan mewujudkannya dalam pilot project Green Energy Station (GES) sebagai sistem baru untuk kendaraan listrik di Indonesia. Sedangkan BMW Indonesia mendorong kesiapan ekosistem kendaraan listrik melalui edukasi teknologi, implementasi charging grid, serta uji coba manfaat dan biaya operasional mobil listrik.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro berpendapat, tingginya impor BBM makin sulit dihindari karena lambannya pengembangan energi baru terbarukan. Menurutnya, hingga saat ini harga energi terbarukan masih sulit bersaing dengan energi fosil sehingga penggunaannya sulit digenjot dalam waktu singkat.

Sementara fokus kebijakan pemerintah Indonesia adalah harga energi yang terjangkau. Pengembangan energi terbarukan cenderung tidak diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tapi lebih menurunkan tarif.

“Kenapa panas bumi sampai hari ini tidak berkembang signifikan di Indonesia? Lagi-lagi masalah bisnis. PLN punya kepentingan menjaga tarifnya. Kalau subsidi listrik tidak ditambah, mereka rugi. Jadi energi terbarukan didorong bukan untuk bauran energi, tapi untuk menurunkan tarif listrik,” kata Komaidi.

Komaidi menyebut terkait program mandatori biodiesel 20% (B20) sebagai contoh lain. Biodiesel digenjot terutama bukan untuk meningkatkan pemakaian energi hijau, tapi memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“B20 di-drive untuk memperbaiki nilai tukar, bukan pengembangan EBT. Begitu juga mobil listrik, teknologinya masih mahal,” kata dia.

Komaidi mengungkapkan, di Jerman populasi kendaraan listrik baru 10% dari seluruh kendaraan bermotor. Begitu juga di Indonesia, mobil listrik tidak serta-merta segera menggantikan mobil-mobil berbahan bakar minyak.

“Di Jerman populasi mobil listrik baru 10%. Kalau keekonomian nggak dapat, nggak bisa jalan. Negara maju saja baru segitu,” ujar dia.
(don)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1166 seconds (10.101#12.26)