Tepis Apple, Trump Sebut Pelemahan Ekonomi China Untungkan AS

Minggu, 06 Januari 2019 - 09:01 WIB
Tepis Apple, Trump Sebut...
Tepis Apple, Trump Sebut Pelemahan Ekonomi China Untungkan AS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis peringatan dari merosotnya penjualan Apple Inc di China akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi di Negeri Panda tersebut. Trump mengatakan bahwa pelemahan China menempatkan Amerika Serikat dalam posisi yang lebih kuat dalam negosiasi perdagangan yang akan berlangsung minggu depan.

Trump telah mengenakan tarif impor ratusan miliar dolar untuk barang-barang China saat mencari konsesi dari Beijing untuk berbagai masalah, mulai dari subsidi industri hingga peretasan, yang memicu pembalasan oleh China. Langkah-langkah itu dinilai telah mengganggu perdagangan, melukai manufaktur, mengacaukan pasar internasional dan memperlambat ekonomi global.

Para pejabat AS menuju Beijing minggu depan untuk pembicaraan tatap muka pertama sejak Trump dan Presiden China Xi Jinping setuju untuk gencatan 90 hari dalam perang dagang pada bulan Desemberlalu.

"Saya pikir kami akan membuat kesepakatan dengan China," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih setelah pertemuan dengan anggota parlemen Demokrat dan Republik tentang penutupan pemerintah AS. "Aku benar-benar berpikir mereka mau. Saya pikir mereka harus," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (6/1/2018).

Sementara, Beijing pada Jumat (4/1) lalu memangkas persyaratan pencadangan di bank untuk kelima kalinya tahun ini di tengah melambatnya pertumbuhan dalam negeri dan tekanan tarif ekspor dari AS.

"China (dalam kondisi) tidak baik sekarang. Dan itu menempatkan kita pada posisi yang sangat kuat. Kami melakukannya dengan sangat baik, " kata Trump. "Saya harap kita akan membuat kesepakatan dengan China. Dan jika kita tidak melakukannya, mereka (harus) membayar kita dengan tarif puluhan miliar dolar - bukan hal terburuk di dunia," tandasnya.

Data resmi minggu ini menunjukkan manufaktur telah melambat di China dan Amerika Serikat, meskipun Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Jumat melaporkan lonjakan pekerjaan baru pada bulan Desember bersamaan dengan upah yang lebih tinggi.

Presiden Trump juga mengecilkan efek dari pelemahan ekonomi China pada raksasa teknologi AS, Apple Inc, yang minggu ini menyebut perlambatan penjualan iPhone di China menjadi penyebab merosotnya angka penjualan triwulanannya.

Trump mengaku tidak khawatir ketika ditanya tentang melorotnya pendapatan dan penurunan harga saham Apple. "Tidak, saya tidak (khawatir). Maksud saya lihat, mereka sudah banyak naik," ujarnya.

Saham Apple mengalami rebound pada Jumat lalu setelah menukik 10% sehari sebelumnya karena sentimen turunnya pendapatan. Saham ditutup pada USD148,26 pada Jumat, atau turun sekitar 5,1% untuk minggu ini. Untuk setahun penuh 2018, saham Apple tercatat telah turun sebesar 7%. Meskipun begitu, saham Apple tercatat telah naik sekitar 24% sejak Trump menjabat pada Januari 2017.

"Mereka akan baik-baik saja. Apple adalah perusahaan yang hebat, " kata Trump seraya menambahkan bahwa dia telah mengatakan kepada Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook untuk membuat produk-produk perusahaannya di Amerika Serikat, sesuatu yang telah dia tegaskan sebelumnya.

"Apple membuat produknya di China. China adalah penerima manfaat terbesar dari Apple, lebih dari kita, karena mereka membuat produk mereka sebagian besar di China, " cetus Trump. "Saya ingin Apple membuat iPhone mereka dan semua hal hebat yang mereka buat di Amerika Serikat. Dan itu akan terjadi," tegasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Seperti Harley Davidson,...
Seperti Harley Davidson, India Bakal Jadi Penyelamat iPhone dari Perang Dagang
Siapa Pemenang dan Pecundang...
Siapa Pemenang dan Pecundang dalam Perang Dagang AS dengan Kanada dan Meksiko?
Perang Dagang Mereda?...
Perang Dagang Mereda? Trump Beri Angin Segar Industri Otomotif dengan Pelonggaran Tarif Impor!
Trump Bakal Berlakukan...
Trump Bakal Berlakukan Tarif 100% ke China, Ancaman Perang Dagang Kembali Menggema
Perang Dagang Memanas,...
Perang Dagang Memanas, Donald Trump Hebohkan UFC 314: Masuk Arena Diiringi Musik Rock
China Desak AS Akhiri...
China Desak AS Akhiri Perang Dagang, tapi Juga Siap Meladeni
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
1 jam yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
2 jam yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
3 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
13 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
14 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
15 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved