Goldman Sachs Peringatkan Investasi Inggris Bakal Dihantam Brexit

Senin, 28 Januari 2019 - 15:02 WIB
Goldman Sachs Peringatkan...
Goldman Sachs Peringatkan Investasi Inggris Bakal Dihantam Brexit
A A A
LONDON - Kepala eksekutif baru Goldman Sachs mengatakan, bahwa Brexit yang belum juga mencapai kata sepakat dinilai bakal berdampak negatif pada investasi di Inggris. David Solomon mengatakan kepada BBC meskipun terdapat beberapa jumlah pegawai yang kehilangan pekerjaan di Inggris, bank telah menambah staf mereka di Uni Eropa (UE) dalam dua tahun terakhir.

Hasil negosiasi Brexit akan mempengaruhi keputusan tentang pekerja serta sumber daya, seperti disampaikan Goldman. Raksasa Wall Street tersebut telah mempekerjakan 6.000 orang di Inggris. "Jika ini (Brexit) diselesaikan dengan cara yang sulit, saya pikir bakal berdampak terhadap mereka yang ingin berinvestasi. Dimana kami harus menempatkan para pekerja," ujar David.

Sambung dia menambahkan, semua hal ini menurutnya pada akhirnya berdampak pada keputusan investasi dan keputusan bisnis yang dibuat semuanya sebagai pemimpin bisnis. Terpantau beberapa staf Goldman UK, yang diyakini mencapai lusinan telah diminta untuk pindah ke lokasi lain di Eropa. Namun, bank telah menambahkan ratusan staf ke kantornya di Frankfurt, Paris, Stockholm, Milan dan Madrid.

Walaupun Brexit menjadi kekhawatiran perbankan, namun kepindahan Inggris dari UE bukan satu-satunya yang berada dalam daftar ketakutan perbankan. Sentimen lain yang menjadi sorotan mengarah pada hubungan penuh ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia yakni Amerika Serikat dan China. Sementara beberapa orang melihat AS sebagai agresor dalam perang dagang dengan China, Salomo bersimpati dengan ambisi Donald Trump untuk mengatur ulang peraturan.

"Saya pikir pemerintah telah melakukan hal yang benar. Saya pikir ada ketidakseimbangan dalam cara AS dan China saling berhubungan, terutama keterbukaan yang dimiliki China saat berhubungan dengan bisnis AS. Kami ingin melihat medan permainan yang seimbang dalam teknologi dan investasi kami selama jangka waktu yang lama untuk terlindungi," kata Solomon kepada BBC.

Lebih lanjut, Ia berharap bahwa AS dan China dapat menyelesaikan perbedaan mereka pada bulan Maret, atau tanggal dimana AS berencana untuk memperkenalkan gelombang baru tarif yang lebih tinggi pada impor dari China. Dalam pidatonya, Ia juga menerangkan ketegangan perdagangan antara negara-negara adidaya ekonomi dapat menyebabkan dunia mengalami perlambatan serius.

Bos Goldman mengatakan dia tidak berpikir resesi global sudah dekat, tetapi dia mengatakan ada peluang 15% dari penurunan di AS tahun ini, dan peluang 50% tahun depan. Baik Solomon, maupun siapa pun di Davos, tidak siap untuk membuat perkiraan yang tepat tentang peluang Brexit yang tidak mencapai kesepakatan yang ditakuti oleh sebagian besar pebisnis.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Respon Blokade Kerang,...
Respon Blokade Kerang, Inggris Dilaporkan akan Deklarasikan 'Perang Air' Terhadap UE
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Uni Eropa Tolak Terapkan...
Uni Eropa Tolak Terapkan Sanksi Ekonomi untuk Turki
Harga Energi Selangit...
Harga Energi Selangit Bisa Membunuh Ekonomi Uni Eropa
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
PM Johnson: Inggris...
PM Johnson: Inggris Memilih Brexit Bukan Karena Tekanan Rusia
Berita Terkini
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
21 menit yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
43 menit yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
9 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
10 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
10 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
10 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved