Hidupkan Kembali Ekonomi China, JP Morgan Sebut Beijing Tak Efektif

Senin, 04 Februari 2019 - 15:39 WIB
Hidupkan Kembali Ekonomi...
Hidupkan Kembali Ekonomi China, JP Morgan Sebut Beijing Tak Efektif
A A A
NEW YORK - Upaya pemerintah China dalam menghidupkan kembali ekonomi negara mereka yang melambat, menurut J.P. Morgan dinilai tidak efektif. Bahkan Kepala Strategi Investasi J.P. Morgan Private Bank untuk Asia, bahwa Beijing harus berbuat lebih banyak lagi untuk menghentikan perlambatan ekonomi.

"Saya masih berpikir mereka perlu berbuat lebih banyak, karena selama ini belum cukup. Sejauh ini langkah-langkah yang mereka ambil sudah adil, tapi tidak cukup efektif. Dimana mereka perlu benar-benar mencetak rebound dalam pertumbuhan ekonomi dan kini belum mampu mengangkat kepercayaan pasar," ujar J.P. Morgan’s Alex Wolf seperti dilansir CNBC, Senin (4/2/2019).

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah terlibat dalam stimulus ekstensif untuk menjaga ekonomi tetap berputar, kata Wolf. Tetapi sekarang, tingkat utang yang tinggi dan perubahan dalam lanskap politik menekan Beijing untuk mengambil langkah-langkah yang lebih kecil, tambahnya.

Bank-bank China memperpanjang rekor pinjaman sebesar 12,65 triliun yuan (atau setara USD1,88 triliun) pada 2016 ketika pemerintah mendorong stimulus yang ditopang kredit untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi. Ledakan kredit memicu kekhawatiran tentang risiko keuangan dari penumpukan utang yang cepat, yang telah dijanjikan pihak berwenang.

“Saya juga berpikir kemauan politik telah berubah dengan pemerintah saat ini, mereka tidak memiliki reaksi kebijakan yang sama dengan yang saya pikir, yang mereka miliki di masa lalu. Jadi kita mungkin akan melihat lebih banyak inkrementalisme,” jelas Wolf.

Berdasarkan angka resmi pemerintah China, menunjukkan ekonomi Negeri Tirai Bambu -julukan China- melambat tahun lalu menjadi 6,6% yang merupakan tingkat ekspansi terendah dalam 28 tahun. Pertumbuhan ekonomi China diperkirakan bakal tetap lemah pada paruh pertama 2019 mengingat tantangan eksternal dan domestik, tulis ekonom Citi dalam catatannya.

Selain itu, survei pada sektor manufaktur China menunjukkan bahwa aktivitas pabrik berkontraksi lebih dari yang diperkirakan pada bulan Januari. Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Caixin/Markit (PMI) berada di level 48,3 pada Januari - hal ini menjadi bulan kontraksi kedua berturut-turut dan angka terendah sejak 2016.

Meskipun saham China mungkin terlihat seperti pembelian yang menarik karena mereka telah jatuh jauh dari posisi tertinggi. Akan tetapi Wolf memperingatkan bahwa investor harus tetap waspada karena mungkin ada jebakan nilai. Wolf menambahkan perlu ada katalisator untuk mendorong pasar China lebih tinggi mengingat pertumbuhan negara yang menurun, inflasi yang melambat, dan laba yang lemah - terutama di sektor industri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
25 menit yang lalu
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
55 menit yang lalu
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
2 jam yang lalu
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved