Potensi Industri Nuklir Tinggi, Reaktor Bandung Terus Kembangkan Isotop

Selasa, 12 Februari 2019 - 19:11 WIB
Potensi Industri Nuklir...
Potensi Industri Nuklir Tinggi, Reaktor Bandung Terus Kembangkan Isotop
A A A
BANDUNG - Badan Tenaga Nuklir (Batan) reaktor Bandung bakal terus mengembangkan radioisotop melihat potensi industri pada produk nuklir yang terus berkembang. Kepala Reaktor Bandung Jupiter Sitorus Pane mengatakan, dari dulu reaktor Bandung terus memenuhi kebutuhan radioisotop. Saat ini, kemampuannya mencapai 2.000 kilowatt untuk memenuhi kebutuhan sejumlah rumah sakit dan obat medis.

“Sekarang banyak nuklir riset yang berpotensi menjadi industri. Kedepan, banyak yang bisa digarap dari radioisotop ini. Misalnya penelitian stunting, penelitian kadar udara, different material, dan lainnya,” beber Jupiter di Bandung, Selasa (12/2/2019).

Sementara pada bidang medis, kata dia, pihaknya mengembangkan senyawa bertanda. Senyawa itu dibuat menjadi obat, namun dengan kemampuan yang tepat sasaran. Sebelumnya, Batan juga telah mengembangkan produk obat kanker. Obat tersebut memiliki kemampuan menghilangkan rasa sakit selama beberapa hari.

“Potensi industri nuklir untuk kesehatan masih sangat besar. Kami akan memasuki pasar industri di Indonesia,” jelas dia.

Sementara itu, Plt Kepala Batan Efrizon Umar mengatakan, saat ini ada tiga reaktor yang aktif. Untuk reaktor Yogya fokus untuk pembelajaran, reaktor Bandung dapat memproduksi radioisotop untuk kesehatan, dan reaktor Serpong menghasilkan berbagai produk.

“Kami bekerja sama dengan Kimia Farma untuk beberapa produk kesehatan. Produk tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor. Saat ini, sudah ada 5 produk kesehatan hasil kerjasama dengan Kimia Farma,” beber dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kapan RI Mencicipi Energi...
Kapan RI Mencicipi Energi Nuklir? Ini Jawabannya
Menilik Potensi Tenaga...
Menilik Potensi Tenaga Nuklir RI, PLTN Bisa Beroperasi hingga 80 Tahun
Mahalnya Pembangunan...
Mahalnya Pembangunan Reaktor Nuklir, Ini Perkiraan Biayanya
Pentagon Diam-diam Kembangkan...
Pentagon Diam-diam Kembangkan Reaktor Nuklir Portabel Mini
Arab Saudi Dorong Penggunaan...
Arab Saudi Dorong Penggunaan Energi Nuklir Secara Damai
Badan Nuklir UEA Izinkan...
Badan Nuklir UEA Izinkan Operasional Unit Kedua PLTN Barakah
Berita Terkini
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
1 jam yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
2 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
2 jam yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
3 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
4 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Uranium Rusia,...
Tanpa Uranium Rusia, Industri Nuklir AS Bisa Gagal Total
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved