Jangan Politisasi Petani, Apalagi Mendukung Mafia Pangan

Minggu, 17 Maret 2019 - 22:34 WIB
Jangan Politisasi Petani,...
Jangan Politisasi Petani, Apalagi Mendukung Mafia Pangan
A A A
JAKARTA - Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro Atmodjo keberatan terhadap inisiasi berbagai pihak atau organisasi yang mengatasnamakan petani untuk mendiskreditkan kebijakan program dan capaian sektor pertanian pemerintahan. Ada pihak yang selalu muncul sebagai inisiator yang tidak pernah kapok-kapoknya mempolitisasi petani demi menunggangi kepentingan mafia pangan.

"Akhir tahun 2018 kemarin, ada pusat kajian mencatut nama berbagai organisasi pertanian dalam petisi. Kali ini juga, mengatasnamakan petani selalu menginisiasi pertemuan untuk mendiskreditkan pemerintah. Lagi-lagi pasti outputnya hoax atau berisikan fitnah dalam menyoroti kinerja pangan," ungkap petani muda sukses asal Magelang yang akrab disapa Tunov, Minggu (17/3/2019).

Lanjut dia, mereka yang kerap mempolitisasi petani sering mengeluarkan pernyataan provokatif, tendesius, dan memperalat petani. Agenda ini justru meresahkan petani, yang saat ini sudah tenang, menikmati hidup bahagia sebagai petani.

Menurut Tunov, berbagai kebijakan dan program pertanian era pemerintahan Jokowi-JK sangat berpihak kepada kepentingan petani, pertumbuhan investasi dan pertumbuhan ekspor serta nilai tambah diterima langsung petani. Ruang mafia yang menginginkan impor memang benar-benar ditutup mati.

"Jadi jangan karena tidak bisa bermain impor, petani dijual-jual. Kami petani sangat untung saat ini, hasil panen melimpah, pasar dijamin dan berbagai inovasi budidaya, pasca panen dan pemasaran sangat terasa," jelasnya.

Kalau memang berniat baik memperjuangkan petani, sambung Tunov, mari diskusi yang lebih konkret, konstrukti dan produktif sehingga perjuangan lebih terukur.

Hal senada diungkap Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno Tohir. Ia menegaskan kebijakan pangan saat ini sangat terlihat jelas berpihak kepada petani. Banyak regulasi yang menghambat dicabut dan direvisi, keluhan petani seperti kelangkaan pupuk juga diperhatikan.

"Misalnya, sebanyak 40 kasus pupuk oplos yang menghantui petani juga diselesaikan dengan cepat. Persekongkolan tata niaga yang dipermainkan kartel daging sapi, ayam, telur, jagung dan lainnya juga sudah ditindak bekerjasama dengan KPPU," ungkapnya.

Oleh karena itu, Winarno menekankan kebijakan membasmi mafia pangan baik di internal dan eksternal, memang kurang disukai sekelompok orang. Sangat wajar bila banyak pihak yang menjadi mafia pangan terus mencoba segala macam cara termasuk menyebar kabar hoax untuk menjatuhkan kinerja pangan saat ini.

"Padahal harus diakui pembangunan pertanian saat ini sangat revolusioner dan sepenuhnya berpihak kepada petani. Banyak mafia impor diblack-list seperti importir bawang merah," terangnya.

Winarno menambahkan kebijakan pemerintah melakukan transparansi seluruh kegiatan di Kementan sangat bagus. Di antaranya dengan memperketat izin impor dan pelaporan gratifikasi ke KPK. Program bersih-bersih di internal Kementan jadi tonggak awal keberhasilan, yakni dengan memutasi, mendemosi dan memecat lebih dari 1.295 pejabat.

"Jadi jangan lah mengatasnamakan petani. Kami petani merasa dijual-jual untuk kepentingan kalian. Petani itu bukan banyak diskusi apalagi memprovokasi dan menyebar kebencian, tapi harusnya bekerja," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tingkatkan Jumlah Petani...
Tingkatkan Jumlah Petani Muda untuk Ketahanan Pangan Nasional
Petani dan Penyuluh...
Petani dan Penyuluh Manokwari Canangkan Tanam Padi Sawah Musim Tanam II
Penyuluh dan Petani...
Penyuluh dan Petani Purbalingga Mengatasi Kelangkaan Kedelai
Di Hadapan Nelayan dan...
Di Hadapan Nelayan dan Petani, Mahfud MD Janji Berantas Mafia Perikanan dan Pertanian
Penyuluh-Petani Dukung...
Penyuluh-Petani Dukung Program Kostratani untuk Kekuatan Pangan Nasional
Gender Gap di Sektor...
Gender Gap di Sektor Pertanian
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
37 menit yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
1 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
1 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
1 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
2 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
2 jam yang lalu
Infografis
Rusia Peringatkan Jangan...
Rusia Peringatkan Jangan Uji Kesabarannya untuk Gunakan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved