Tepis Hoaks Palu Arit di Uang Rupiah, Misbakhun Ajak BI Masuk Kampus

Kamis, 21 Maret 2019 - 11:35 WIB
Tepis Hoaks Palu Arit...
Tepis Hoaks Palu Arit di Uang Rupiah, Misbakhun Ajak BI Masuk Kampus
A A A
PASURUAN - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun yang membidangi keuangan dan perbankan terus-menerus mengajak masyarakat mencintai Rupiah. Menurutnya, Rupiah bukan sekadar alat tukar, namun juga simbol kedaulatan NKRI.

Dalam rangka mensosialisasikan Rupiah pula, Misbakhun bersama Bank Indonesia (BI) blusukan di perguruan tinggi di daerah. Legislator Golkar itu menggandeng BI untuk menggelar seminar nasional bertema ‘Uang Rupiah Sebagai Simbol Kedaulatan NKRI' di Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Syaikhona Kholil, Sidogiri, Pasuruan.

"Saya harus jelaskan bahwa ini merupakan salah satu tugas saya di Komisi XI DPR RI untuk mengajak Bank Indonesia menyosialisasikan mata uang Rupiah kepada masyarakat," ujar Misbakhun di hadapan ratusan mahasiswa.

Seminar itu juga menghadirkan perwakilan BI Malang Rini Mustikaningsih. Ketua Yayasan Syaikona Kholil Mohammad Akbar dan Ketua STEBI Sidogiri Drs Afandi, M.Pdi juga intens mengikuti seminar tersebut.

Misbakhun menambahkan, Rupiah sebagai alat tukar tidak sekadar mencantumkan angka sebagai nilai. Sebab, apa pun bentuk dan nilai Rupiah juga mencantumkan simbol-simbol kedaulatan Indonesia.

"Kalau adik-adik mahasiswa dan mahasiswi perhatikan (dalam Rupiah) ada tulisan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu merupakan simbol untuk alat tukar di Indonesia yang sah," ujar wakil rakyat asal Pasuruan itu.

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan itu lantas mencontohkan wujud kedaulatan NKRI dalam Rupiah. Misalnya, turis asing yang berwisata di Indonesia harus bertransaksi dengan Rupiah.

"Jika turis asing datang ke Indonesia, mereka juga harus menukarkan mata uang mereka ke dalam Rupiah agar bisa melakukan transaksi di wilayah NKRI," kata Misbakhun menambahkan.

Influencer Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin itu juga menjelaskan tentang BI sebagai instansi satu-satunya di Indonesia yang berhak mengeluarkan Rupiah. "Untuk pengeluaran mata uang yang ada di dalam Republik Indonesia agar sampai ke masyarakat adalah tugasnya Bank Indonesia, bukan institusi lainnya," tegas Misbakhun.

Selain itu, Misbakhun juga menepis hoaks tentang adanya penyusupan Partai Komunis Indonesia (PKI) melalui lambang palu arit dalam uang kertas keluaran BI. Menurutnya, simbol BI yang dianggap palu arit merupakan salah satu cara mengamankan Rupiah dari pemalsuan.

“Tidak benar ada simbol palu arit atau PKI di Rupiah, karena yang sebenarnya adalah simbol BI. Jadi supaya adik-adik bisa meyampaikan hal ini kepada masyarakat," pinta legislator yang getol membela kebijakan Presiden Jokowi itu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
18 menit yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
49 menit yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
2 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
3 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved