Konsumsi Rumah Tangga Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Mei 2019 - 11:52 WIB
Konsumsi Rumah Tangga...
Konsumsi Rumah Tangga Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi Indonesia pada kuartal I/2019 tumbuh sebesar 5,07% (yoy), meningkat dibanding kuartal I/2018 yang sebesar 5,06%.

Pertumbuhan ekonomi tersebut masih dipicu oleh besarnya konsumsi rumah tangga yang mencapai 56,82% dari total struktur pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menurut pengeluaran.

BPS mengungkapkan, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku kuartal I/2019 mencapai Rp3.782,4 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.625,0 triliun.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2019 lebih bagus dibandingkan tahun lalu, bahkan pada tahun-tahun sebelumnya. Pada kuartal I/2017 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,01%, dan kuartal I/2016 yang sebesar 4,94%.

"Jadi angka ini jauh lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya. Kita berharap kuartal II/2019 semakin bagus karena banyak faktor pemicu pertumbuhan ekonomi terutama konsumsi rumah tangga pada puasa dan lebaran," ujarnya di Jakarta kemarin.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Perusahaan sebesar 10,36%. Dari sisi Pengeluaran dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga yang tumbuh 16,93%.

Sementara ekonomi Indonesia kuartal I/2019 terhadap kuartal sebelumnya turun sebesar 0,52% (q-to-q). Dari sisi produksi, penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha. Sementara dari sisi pengeluaran, penurunan disebabkan antara lain oleh kontraksi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah, Pembentukan Modal Tetap Bruto, dan Ekspor.

"Secara kuartal selalu dipengaruhi faktor musiman, Pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi berasal dari pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 14,10%. Ini karena pada kuartal IV/2018 terjadi musim tanam dan pada kuartal I/2019 itu puncak panen. Jadi ini sesuatu yang biasa di sektor pertanian dilihat dari q-to-q," kata Suhariyanto.

Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2019 (yoy), sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha industri pengolahan sebesar 0,83%, diikuti perdagangan sebesar 0,70%, konstruksi sebesar 0,59%, dan informasi dan komunikasi sebesar 0,47%. Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia dari lapangan usaha lainnya sebesar 2,48%.

Sementara, berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2019 (yoy), sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 2,75%, diikuti Komponen PMTB sebesar 1,65%. Sementara sumber pertumbuhan ekonomi dari komponen lainnya sebesar 0,67%

Suhariyanto mengatakan, konsumsi rumah tangga pada kuartal I/2019 tumbuh 5,01%, meningkat dibandingkan kuartal I/2018 yang sebesar 4,94%. Hal ini karena penjualan eceran tumbuh 8,10%, menguat dibanding kuartal I/2018 yang tumbuh 0,70%. Penguatan antara lain terjadi pada penjualan makanan dan minuman, perlengkapan rumah tangga, dan barang lainnya.

Komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi pada kuartal I/2019 tumbuh 5,03%, melambat dibanding kuartal I/2018 yang sebesar 7,94%. Komponen konsumsi pemerintah tumbuha 5,21%, lebih tinggi dibanding kuartal I/2018 yang sebesar 2,71%.

"Adanya kenaikan realisasi belanja barang dan jasa, belanja pegawai, dan kenaikan bantuan sosial tuani menyebabkan konsumsi perintah bergerak sangat bagus pada kuartal I/2019," katanya.

Komponen ekspor barang dan jasa pada kuartal I/2019 mengalami kontraksi -2,08%. Ekspor barang terkontraksi sebesar -1,70%, begitu pula dengan ekspor jasa sebesar -5,25%. Komoditas utama nonmigas mengalami penurunan ekspor baik dari sisi nilai maupun volume. Impor barang dan jasa pada kuartal I/2019 juga mengalami kontraksi -7,75%.

Sementara komponen Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (LNPRT) pada kuartal I/2019 tumbuh cukup tinggi sebesar 16,93%. Pertumbuhan ini dipicu oleh aktivitas kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan umum.

"Dengan adanya pemilu, pilpres, dan kegiatan partai politik dan organisasi berskala nasional membuat LNPRT tumbuh sebesar 16,93%. Meski begitu, share dari LNPRT terhadap perekonomian masih kecil," tutur Suhariyanto.

Secara spasial, struktur ekonomi Indonesia pada kuartal I/2019 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 59,03%, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,36%, Pulau Kalimantan sebesar 8,26%, dan Pulau Sulawesi sebesar 6,14%, serta Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3,02%.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2019 cukup baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Pertumbuhan kali ini masih ditopang oleh konsumsi masyarakat sehingga mendorong sektor perdagangan. Ke depannya, hal ini saya lihat masih cukup baik karena kemarin dengan kondisi kampanye pilpres saja konsumsi masih cukup tinggi meskipun memang investasinya melambat," ujarnya.

Shinta menuturkan, konsumsi masyarakat pada kuartal II/2019 juga akan meningkat arena adanya Ramadan dan Lebaran. Sementara untuk investasi, pemerintah perlu menarik investasi lebih banyak lagi setelah Pilpres masih banyak investor yang wait and see. "Selain itu untuk mendorong sektor konsumsi pemerintah juga harus memperbaiki sektor hulu agar mampu menopang pertumbuhan permintaan masyarakat sekaligus mengurangi impor," tuturnya.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan I/2019 yang sebesar 5,07% sesuai dengan perkiraan CORE berkisar antara 5-5,1%.

"Pertumbuhan ini dipicu oleh stabilnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kisaran 5% dan peningkatan belanja pemerintah serta menyempitnya defisit perdagangan, walaupun pertumbuhan investasi melambat," ungkapnya. (Oktiani Endarwati)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,05 Persen Sepanjang Tahun 2023
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
10 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
33 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
2 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved