16 Paket Kebijakan Gagal, Ekonom Sebut Pertumbuhan Ekonomi Stagnan

Selasa, 07 Mei 2019 - 13:16 WIB
16 Paket Kebijakan Gagal,...
16 Paket Kebijakan Gagal, Ekonom Sebut Pertumbuhan Ekonomi Stagnan
A A A
JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudisthira menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tiga bulan pertama tahun 2019 masih cenderung stagnan dengan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Meski sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, ekonomi triwulan pertama tahun 2019 tumbuh 5,07% atau lebih baik dari periode yang sama 2018.

Bhima menilai motor utama pertumbuhan belum berjalan optimal. "Pemerintah lambat antisipasi perlambatan investasi dan ekspor, 16 paket kebijakan terbukti gagal dan harus dievaluasi total, jadi ini masih stagnan dan masih banyak pekerjaan rumah," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (7/6/2019)

Menurutnya, konsumsi rumah tangga stagnan di 5% dan itupun sudah dibantu belanja pemilu, bansos, dana desa serta anggaran pemerintah lainnya. "Artinya konsumsi rumah tangga beresiko tumbuh di level 4.7 hingga 4.9% khususnya di semester dua mendatang," jelasnya.

Selain itu, harga komoditas ekspor yang rendah jadi ancaman laten sepanjang tahun ini karena bisa turunkan pendapatan. "Implikasinya di kuartal pertama 2019 pertumbuhan ekonomi makin terkonsentrasi di pulau Jawa. Porsi pulau Jawa telah mencapai 59% dari PDB," paparnya.

Dia pun menekankan pembangunan infrastruktur terbukti belum berhasil memberikan multiplier effect terhadap perekonomian. Pasalnya akibat sinergi BUMN dimana proyek infrastruktur terlalu dikuasai perusahaan pelat merah dengan pelibatan minim peran swasta.

"Industri manufaktur berada pada daya tahan yang membahayakan karena tumbuh 3,86% jauh di bawah ekspektasi dan konsisten lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai pendorong sektor lainnya, lemahnya growth manufaktur mengancam kualitas pertmbuhan ekonomi dalam jangka panjang," terang dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
10 menit yang lalu
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
46 menit yang lalu
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
3 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
4 jam yang lalu
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
6 jam yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
7 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved