Menakar Penyebab Banyak Maskapai Lokal Merugi

Senin, 17 Juni 2019 - 07:08 WIB
Menakar Penyebab Banyak...
Menakar Penyebab Banyak Maskapai Lokal Merugi
A A A
JAKARTA - Banyaknya maskapai nasional yang mengalami kerugian seperti diakui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam hal ini Direktorat Jendral Perhubungan Udara sebelumnya menurut Indef, salah satu penyebabnya adalah faktor efisiensi. Selain itu penambahan rute juga menjadi beberapa hal yang mendorong keuangan maskapai tidak sehat.

"Faktor inefisiensi menurut saya banyak menyebabkan perusahaan maskapai merugi. Kalo kita lihat data lagi, cost untuk melakukan penerbangan di luar negeri rata-rata hanya USD15 per seat per hour dan tingkat keterisian mencapai breakeven setiap tahun. Bisa jadi biaya di Indonesia lebih besar karena faktor inefisiensi sehingga terus merugi," ujar Ekonom Indef Nurul Huda di Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Dia pun menambahkan, pembukaan rute juga menjadi faktor perusahaan maskapai merugi. Pasalnya, beberapa rute yang tidak menguntungkan bisa menambah beban bagi maskapai. "Inefisiensi juga bisa berasal dari pembukaan rute-rute yang memang tidak menguntungkan bagi maskapai," jelasnya.

Sebagai informasi, Direktorat Jendral Perhubungan Udara sebelumnya mengakui bahwa terdapat beberapa maskapai Indonesia mengalami kerugian keuangan. Dirjen Perhubungan Udara Polana Pramesti mengatakan, maskapai yang banyak tertimpa kerugian yakni Air Asia dengan total mencapai Rp1 Triliun

"Masih, dari laporan keuangan terakhir 2018 banyak yang rugi. Malah tidak ada yang untung, dimana Air Asia hampir Rp1 Triliun kalau tidak salah (kerugiannya). Sampai ekuitinya negatif," ujar Polana di Gedung Kemenhub.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
FlyJaya Resmi Jadi Maskapai...
FlyJaya Resmi Jadi Maskapai Terbaru di Indonesia, Terbang Perdana dari Halim ke Adisutjipto
Ini Alasan Mengapa Jendela...
Ini Alasan Mengapa Jendela Pesawat Memiliki Bentuk Oval
Kemenhub Izinkan Maskapai...
Kemenhub Izinkan Maskapai Sesuaikan Tarif Penerbangan
Kapan Bisnis Penerbangan...
Kapan Bisnis Penerbangan Pulih? Ini Proyeksi Moody's
Industri Penerbangan...
Industri Penerbangan Tanah Air Diprediksi Pulih Tahun 2022
Negara-Negara di Dunia...
Negara-Negara di Dunia dengan Gaji Pilot Terbesar
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
13 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
15 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
19 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
19 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved