Genjot Kedatangan Wisatawan, Intip Jurus Menhub di Bandara Ngurah Rai
Jum'at, 26 Juli 2019 - 23:10 WIB
Genjot Kedatangan Wisatawan, Intip Jurus Menhub di Bandara Ngurah Rai
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan optimalisasi Bandara I Gusti Ngurah Rai, sebagai salah upaya menggenjot kedatangan turis ke Bali. Mulai dari kapasitas, slot penerbangan khususnya penerbangan rute nasional menjadi perhatian Menhub untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara.
“Saya rapat disini untuk menindaklanjuti arahan bapak Presiden (Joko Widodo) bahwa turis itu harus diperhatikan dan ditingkatkan jumlahnya. Oleh karena itu saya ingin melihat apa yang harus diimprove di Bandara ini” jelas Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Jumat (26/7/2019).
Lebih lanjut, Ia menerangkan upaya yang dilakukan adalah menambah slot penerbangan, khususnya bagi penerbangan rute internasional. Menhub menjelaskan, penerbangan internasional akan diberikan prioritas untuk take off/landing pada waktu-waktu yang banyak disukai atau golden time. “Golden time mereka itu kan pukul 23.00 malam sampai pukul 7 pagi (UTC), oleh karena itu prioritas akan diberikan pada penerbangan dari turis-turis itu,” paparnya.
Selain itu Menhub juga mengatakan, akan ada pembatasan penerbangan dengan pesawat sekelas ATR-72 yang mendarat ke Bali. “Kita akan buat cluster yang menuju Bali. Dari beberapa kota-kota kecil tidak masuk ke sini, kecuali kota-kota itu memang hanya dijangkau dengan pesawat sekelas ATR-72," ujarnya.
Hal lainnya yang akan dilakukan, diterangkan yakni akan membatasi ground time atau waktu naik-turun penumpang yaitu tidak lebih dari 3 jam. “Melalui upaya-upaya itu kami berharap ke depan kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dapat bertambah 30% dan diprioritaskan bagi penerbangan internasional,” jelasnya.
Ditambahkan Menhub saat ini sudah ada sekitar 9 (sembilan) maskapai asing yang ingin terbang ke Bali, di antaranya yaitu dari Jepang, Taipei, Bangladesh, Kamboja, Australia, Singapura, Abu Dhabi, dan Malaysia.
"Dengan adanya 9 flight ini jika di rata-rata antara 200-300 orang penumpang per flight, maka paling tidak ada tambahan 2.000 orang setiap hari. Jadi kurang lebih 30% kenaikannya. Oleh karenanya saya minta kepada Jajaran Kemenhub, Otoritas Bandara, Angkasa Pura 1, juga Pemerintah Daerah, Kadishub secara sinergi melakukan optimalisasi upaya ini," ujar Menhub.
Hingga kini terdapat 34 maskapai asing dengan 47 rute penerbangan yang melayani di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Untuk penerbangan domestik sendiri saat ini ada 8 maskapai domestik dengan 22 rute penerbangan.
“Saya rapat disini untuk menindaklanjuti arahan bapak Presiden (Joko Widodo) bahwa turis itu harus diperhatikan dan ditingkatkan jumlahnya. Oleh karena itu saya ingin melihat apa yang harus diimprove di Bandara ini” jelas Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Jumat (26/7/2019).
Lebih lanjut, Ia menerangkan upaya yang dilakukan adalah menambah slot penerbangan, khususnya bagi penerbangan rute internasional. Menhub menjelaskan, penerbangan internasional akan diberikan prioritas untuk take off/landing pada waktu-waktu yang banyak disukai atau golden time. “Golden time mereka itu kan pukul 23.00 malam sampai pukul 7 pagi (UTC), oleh karena itu prioritas akan diberikan pada penerbangan dari turis-turis itu,” paparnya.
Selain itu Menhub juga mengatakan, akan ada pembatasan penerbangan dengan pesawat sekelas ATR-72 yang mendarat ke Bali. “Kita akan buat cluster yang menuju Bali. Dari beberapa kota-kota kecil tidak masuk ke sini, kecuali kota-kota itu memang hanya dijangkau dengan pesawat sekelas ATR-72," ujarnya.
Hal lainnya yang akan dilakukan, diterangkan yakni akan membatasi ground time atau waktu naik-turun penumpang yaitu tidak lebih dari 3 jam. “Melalui upaya-upaya itu kami berharap ke depan kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dapat bertambah 30% dan diprioritaskan bagi penerbangan internasional,” jelasnya.
Ditambahkan Menhub saat ini sudah ada sekitar 9 (sembilan) maskapai asing yang ingin terbang ke Bali, di antaranya yaitu dari Jepang, Taipei, Bangladesh, Kamboja, Australia, Singapura, Abu Dhabi, dan Malaysia.
"Dengan adanya 9 flight ini jika di rata-rata antara 200-300 orang penumpang per flight, maka paling tidak ada tambahan 2.000 orang setiap hari. Jadi kurang lebih 30% kenaikannya. Oleh karenanya saya minta kepada Jajaran Kemenhub, Otoritas Bandara, Angkasa Pura 1, juga Pemerintah Daerah, Kadishub secara sinergi melakukan optimalisasi upaya ini," ujar Menhub.
Hingga kini terdapat 34 maskapai asing dengan 47 rute penerbangan yang melayani di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Untuk penerbangan domestik sendiri saat ini ada 8 maskapai domestik dengan 22 rute penerbangan.
(akr)
Lihat Juga :