Milenials, Generasi Paling Tidak Loyal di Tempat Kerja

Minggu, 28 Juli 2019 - 08:46 WIB
Milenials, Generasi...
Milenials, Generasi Paling Tidak Loyal di Tempat Kerja
A A A
KETIKA perusahaan merekrut generasi milenial, di visi HRD harus bersiap karena 1-2 tahun ke depan bisa jadi mereka mengajukan resign. Loyalitas yang rendah serta kecenderungan berpindah-pindah tempat kerja membuat generasi milenial akrab dengan sebutan sebagai job hopper.

Studi dari Gallup menemukan sebanyak 21% milenial berpindah tempat kerja dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Jumlah ini tiga kali lipat lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Tak seperti generasi sebelumnya, milenial kurang tertarik dengan longterm employment . Millennials kill long-term employment. Millennials kill employee loyalty.

Sebagai generasi yang selalu mencari tantangan baru, generasi milenial selalu terbuka dengan setiap peluang karier baru. Rata-rata mereka merencanakan bertahan di tempat kerja hanya selama 12 bulan ke depan. Faktor pendorongnya ada dua, mengejar passion dan mencari pengalaman baru. Perilaku kaum milenial yang hobi berpindah-pindah kerja ini disadari mulai menjadi ancaman bagi talent management .

Karena itu, perusahaan perlu memahami perbedaan mendasar antara generasi milenial dengan generasi-generasi sebelumnya di lingkungan kerja. Jika Baby Boomers dan Gen-X bekerja untuk mendapat gaji bulanan dan mencapai kemapanan, lain halnya dengan milenial. Mereka bekerja untuk aktualisasi diri.

Aktualisasi diri, menurut Abraham Maslow, merupakan puncak dari pemenuhan kebutuhan mendasar manusia. Kecenderungan job hopper pada generasi milenial dilihat sebagai upaya meningkatkan kapasitas diri untuk mencapai aktualisasi diri. Jadi bukan hanya untuk memenuhi aspek fungsional, seperti gaji, insentif, dan tunjangan.

Kalau kondisinya seperti itu, lalu apa yang harus dilakukan perusahaan? Mau tak mau, setiap perusahaan harus menyediakan lingkungan kerja yang mendukung jika tak ingin time to say goodbye. Generasi milenial adalah challenge-seeker. Jika perusahaan tidak mampu mengakomodasi challenge yang mereka tuntut, jangan salahkan jika mereka berpikir untuk mencari tantangan baru di perusahaan lain. Generasi milenial menganggap experience is a great thing. Mereka senang ketika dilibatkan dalam berbagai proyek dan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak partner. Selain itu, mereka juga haus untuk di-coach dan diberikan instant feedback oleh atasannya.

Milenial juga menuntut hubungan yang bersifat cair dan egaliter dengan bosnya. Mereka membutuhkan akses yang lebih mudah (bahkan anytime) ketika ingin berdiskusi dengan atasan. Dengan komunikasi yang lebih fleksibel, mereka dapat leluasa menyampaikan ide.

Dengan begitu, mereka akan merasa memberikan kontribusi yang bermakna dan menjadi bagian penting bagi perusahaan. Pendekatan kepada karyawan milenial tentunya harus berbeda dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Relasi yang dibangun harus bersifat personal.

Perusahaan harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mereka untuk berkembang dan melibatkan mereka untuk bersama-sama memajukan perusahaan. Semua pengalaman bekerja yang positif akan menciptakan meaning yang spesial bagi generasi milenial. Ketika mereka merasakan menemukan meaning tersebut, maka kemungkinan besar mereka akan lebih satisfied, loyal, dan akhirnya menjadi advocator bagi perusahaan.

YUSWOHADY
Managing Partner Inventure www.yuswohady.com @yuswohady
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pekerjaan-Pekerjaan...
Pekerjaan-Pekerjaan Sampingan yang bisa Dilakukan sambil Kuliah
10 Pekerjaan yang Diprediksi...
10 Pekerjaan yang Diprediksi akan Hilang di Masa Depan, Ini Daftarnya
Berikan Kesempatan Mahasiswa...
Berikan Kesempatan Mahasiswa Bekerja di Luar Negeri, USNI Gandeng YOU-I Japan
Inilah Gaji Tukang Las...
Inilah Gaji Tukang Las Bawah Air, Pekerjaan Ekstrem dengan Bayaran Selangit
Penciptaan Lapangan...
Penciptaan Lapangan Kerja Harus Ditopang Industrialisasi
4 Makanan Ampuh untuk...
4 Makanan Ampuh untuk Atasi Masalah Burnout, Nomor 3 Bisa Stabilkan Kadar Gula
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
1 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
3 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
3 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved