Komite Tripartit Antisipasi Pergerakan Harga Karet Internasional

Rabu, 21 Agustus 2019 - 04:13 WIB
Komite Tripartit Antisipasi...
Komite Tripartit Antisipasi Pergerakan Harga Karet Internasional
A A A
JAKARTA - Dewan Direksi Konsorsium Karet Internasional (the International Rubber Consortium/IRCo) kembali menggelar pertemuan di Bangkok, Thailand. Pertemuan membahas kelanjutan implementasi kesepakatan skema tonase ekspor (Agreed Export Tonnage Scheme/AETS) dalam mengantisipasi pergerakan harga karet internasional.

AETS merupakan kesepakatan di antara tiga negara anggota komite karet tripartit internasional (International Tripartite Rubber Council/ITRC) yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk mengurangi volume ekspor karet alam sebanyak 240 ribu MT. Implementasi AETS untuk Indonesia dan Malaysia berlangsung pada periode 1 April-31 Juli 2019, sementara Thailand pada 20 Mei-19 September 2019.

"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik dan Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), Indonesia telah memenuhi ketentuan implementasi AETS dengan total ekspor sebesar 934,36 ribu ton dan sesuai dengan perkiraan jumlah maksimum ekspor yang tertuang dalam Permendag No.779/2019. Dalam pertemuan tersebut, Thailand dan Malaysia juga mengonfirmasi pemenuhan implementasi AETS,” ungkap Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kasan di Jakarta.

Dalam pertemuan ini, salah satu isu yang menjadi perhatian negara anggota ITRC adalah wabah penyakit gugur daun Pestaliopsis sp. Penyakit ini telah menjangkiti lahan perkebunan karet di Indonesia dan Peninsula Malaysia. Saat ini, Thailand juga mewaspadai kemungkinan penyebaran penyakit tersebut ke wilayahnya.

Sebelumnya pada 24 Juli 2019, Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa penyakit gugur daun telah menyerang sentra karet Sumatra dan Kalimantan seluas kurang lebih 382 ribu ha. Hal ini berdampak pada pengurangan karet Indonesia sedikitnya sebesar 15 persen dari total produksi tahun 2019. Kemunculan penyakit ini merupakan konsekuensi dari kurangnya perawatan yang dilakukan petani karet akibat dampak harga karet yang tidak stabil dalam waktu lama.

Kasan juga mengungkapkan, isu lain yang menjadi topik pembahasan adalah antisipasi penurunan permintaan karet global sebagai dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Sebagai contoh, lemahnya permintaan karet dari China diakibatkan menurunnya produksi dan penjualan otomotif di negeri tirai bambu tersebut. Oleh karena itu, sejumlah langkah antisipatif perlu diambil untuk menyiasati kondisi global yang tidak menentu tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HD : Aspal Karet Peluang...
HD : Aspal Karet Peluang Agar Karet Tidak Bergantung Pada Segmen Harga Internasional
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet Sumsel, Ini Hasilnya
Perbedaan Nama Daerah...
Perbedaan Nama Daerah di Jakarta: Karet, Karet Kuningan, dan Karet Semanggi
Krisis Bahan Olahan...
Krisis Bahan Olahan Karet di Sumut Makin Parah, 9 Pabrik Tutup
Apkarindo Komitmen Bersama...
Apkarindo Komitmen Bersama Mentan Majukan Lagi Karet Nasional
Industri Karet Alam...
Industri Karet Alam Jadi Akselerator Ekonomi Daerah, Ini Buktinya
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
3 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
4 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
4 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
4 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
5 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved