Ganggu Dunia Kerja, Konfederasi Buruh Minta Demo Tertib

Kamis, 26 September 2019 - 05:49 WIB
Ganggu Dunia Kerja,...
Ganggu Dunia Kerja, Konfederasi Buruh Minta Demo Tertib
A A A
JAKARTA - Dua konfederasi buruh terbesar di Indonesia bersatu menyikapi maraknya aksi-aksi jalanan yang terjadi belakangan ini. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta aksi demo dilakukan dengan tertib.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyinggung kerugian yang timbul akibat perbuatan perusuh, seperti merusak fasilitas tol dan pos polisi. Tindakan-tindakan tersebut turut menurutnya membawa dampak secara ekonomi seperti turunnya saham.

"Artinya turut mengganggu iklim dunia kerja. Buruh sudah dewasa berdemokrasi. Selain aksi besar yang sering kami lakukan, kami juga melakukan gugatan serta judicial review dan kami menang. Hal biasa berbeda pandangan tetapi tidak merusak demokrasi," tegasnya dalam konferensi pers bersama Presiden KSPI Said Iqbal, di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Iqbal menambahkan, buruh mendukung kebebasan menyatakan pendapat di muka umum dan mendukung seluruh elemen yang menggunakan jalur tersebut. Namun buruh menolak segala upaya yang bertentangan dengan konstitusi. "Intinya persatuan Indonesia bagi kaum buruh di atas segala-galanya dalam bingkai bernegara," tandasnya.

Andi mengatakan, konfederasi buruh yang memiliki jutaan masa buruh di Indonesia ini meyakini aksi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah tempat murni perjuangan.Terkait dengan itu, kata dia, buruh Indonesia menolak agenda politik yang berupaya memboncengi setiap aksi demonstrasi seperti agenda politik untuk membatalkan pelantikan presiden terpilih.

Iqbal menambahkan, agenda buruh Indonesia setelah rangkaian pilpres selesai adalah fokus dalam menolak revisi UU Ketenagakerjaan dan mendorong pemerintah untuk membentuk tim tripartit dalam merevisi PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan Kelas 3.

"Tidak ada agenda buruh terkait penolakan pemerintahan yang sah apalagi membatalkan pelantikan presiden yang sah. Semua proses politik sudah selesai dan kami menerima hasilnya," ujarnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ratusan Buruh asal Bandung...
Ratusan Buruh asal Bandung Masuk Bekasi, Jumhur Hidayat Ikuti Longmarch Menuju Jakarta
Tolak RUU Cipta Kerja,...
Tolak RUU Cipta Kerja, Buruh Demo Besar-besaran 25 Agustus 2020
FSP-RTMM-SPSI Tolak...
FSP-RTMM-SPSI Tolak Rencana Revisi PP 109/2012
Imbas Demo Tolak Kenaikan...
Imbas Demo Tolak Kenaikan BBM, Polisi Blokade Jalan Gatot Subroto Menuju Slipi
Aksi Unras Kamis 8 Oktober...
Aksi Unras Kamis 8 Oktober Sisakan 398 Ton Sampah di Jakarta
Siswa SMP Kelas 1 Asal...
Siswa SMP Kelas 1 Asal Bekasi Ikut-kutan Demo Buruh dan Mahasiswa di Patung Kuda Jakarta
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
13 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
45 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved