Kemenhub Garap BRT Senilai Rp326 Miliar di Lima Kota

Rabu, 09 Oktober 2019 - 12:09 WIB
Kemenhub Garap BRT Senilai...
Kemenhub Garap BRT Senilai Rp326 Miliar di Lima Kota
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Pemerintah Swiss dan Jerman bekerja sama akan membangun koridor bus rapid transit (BRT) senilai 21 juta euro atau setara Rp326 miliar pada lima kota yang menjadi proyek percontohan. Kelima kota itu meliputi Bandung, Semarang, Pekanbaru, Batam serta Makassar.

Kesepakatan pembangunan koridor BRT ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Kemenhub bersama lima pejabat pemerintah provinsi dan kota yang menjadi proyek percontohan yang dilaksanakan di Jakarta, kemarin.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan, anggaran proyek percontohan pengembangan koridor BRT di lima kota ini bersumber dari dana hibah Pemerintah Swiss dan Jerman senilai 21 juta euro. Proyek tersebut diharapkan meningkatkan kualitas dan kapasitas angkutan umum di kota-kota yang menjadi proyek percontohan.

“Program ini adalah bantuan dari pemerintah Jerman dan Swiss. Banyak yang diberikan, selain kajiannya, juga dananya. Kalau kotanya yang jadi proyek percontohan adalah Bandung, Semarang, Makassar, Batam, dan Pekanbaru,” ungkap Budi Setiyadi di Jakarta, kemarin.

Budi Setiyadi menambahkan, peningkatan kualitas dan kapasitas angkutan umum perlu dilakukan guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga bisa mengurai kemacetan. “Selain itu, menyangkut kualitas udara atau polusi udara atau menyangkut efek rumah kaca. Ini juga akan berpengaruh positif dengan peningkatan kualitas dan kapasitas angkutan umum,” imbuh Budi Setiyadi.

Menurut dia, program koridor BRT di lima kota yang bekerja sama dengan Jerman dan Swiss ini akan mendampingi proyek buy the service yang diinisiasi Kementerian Perhubungan. “Program ini adalah menyertai skema yang kita buat juga untuk lima kota besar dengan buy the service. Sebetulnya, untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas angkutan umum, kita sudah sekitar berapa tahun lalu memang komitmen dan konsisten,” jelas Budi Setiyadi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya menyambut baik atas rencana pengembangan koridor BRT yang akan dilakukan Kemenhub bersama Pemerintah Jerman dan Swiss. Menurutnya, penyebab utama kemacetan adalah tingginya penggunaan kendaraan pribadi. Karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas angkutan umum.

Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani menjelaskan program ini bertajuk Sustainable Urban Transport Programme Indonesian (Sutrinama) dan Indonesia Bus Rapid Transit Corridor Development Project (Indobus).

Perwakilan Kedutaan Besar Jerman di Indonesia Rafael Teck, menegaskan bahwa, dengan kerja sama tersebut diharapkan semakin terjalin hubungan baik antara pemerintah Jerman dan Indonesia disamping turut mendukung kemajuan transportasi khususnya sektor transportasi darat.

“Saat ini Indonesia sudah mulai menerapkan transportasi massal yang ramah lingkungan seperti bus listrik. Mungkin jumlah bantuan 20 juta euro ini tidak cukup tanpa adanya kontribusi masyarakat Indonesia agar semua yang diharapkan dapat tercapai,” tutupnya. (Ichsan Amin)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bus Rapid Transit Pemprov...
Bus Rapid Transit Pemprov Berhenti Beroperasi, Alasannya Karena Merugi
Praktisi Kesehatan Anggap...
Praktisi Kesehatan Anggap Rapid Test Masih Dibutuhkan
Klinik Laboratorium...
Klinik Laboratorium di Surabaya Diserbu Peserta SBMPTN untuk Rapid Test
Perbedaan BRT dan Non-BRT...
Perbedaan BRT dan Non-BRT yang Harus Diketahui Penumpang Transjakarta
Koantas Bima Masuk Layanan...
Koantas Bima Masuk Layanan JakLingko, Anies Ingatkan Jangan Kejar Setoran
Jabar Pastikan Pembangunan...
Jabar Pastikan Pembangunan BRT Bandung Raya Berbasis Bus Listrik Dimulai 2024
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
5 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
6 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
6 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
6 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
7 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved