Mimpi Jokowi Ingin Gaji Pekerja RI Rp27/Juta Bulan, Ini Syaratnya

Selasa, 22 Oktober 2019 - 05:13 WIB
Mimpi Jokowi Ingin Gaji...
Mimpi Jokowi Ingin Gaji Pekerja RI Rp27/Juta Bulan, Ini Syaratnya
A A A
JAKARTA - Keinginan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045 dengan pendapatan per kapita Rp324 juta/tahun atau Rp27 juta/bulan dinilai bukan hal yang mustahil. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, peneliti dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra mengatakan salah satunya pertumbuhan ekonomi harus di kisaran 7,5%-8%.

Menurut Gede, dirinya sudah melakukan simulasi perhitungan. Dengan asumsi pertumbuhan penduduk sebesar 1,1% pertahun, dan untuk dapat mencapai pendapatan perkapita Rp324 juta per tahun maka pertumbuhan ekonomi harus di kisaran 7,5%-8% setiap tahunnya sejak 2019 hingga 2045 atau selama 26 tahun.

“Karena bila pertumbuhan ekonomi kita lagi-lagi hanya stabil di 5%, maka di tahun 2045 pendapatan perkapita kita hanya Rp156 juta/tahun. Hanya separuh dari mimpi Pak Jokowi,” kata Gede di Jakarta

Lebih lanjut menanggapi optimisme Presiden Jokowi tersebut, Gede Sandra memandang mungkin saja pendapatan perkapita Rp324 juta/tahun di tahun 2045 bisa dicapai. “Tetapi dengan syarat mutlak, Presiden tidak bisa lagi menggunakan Tim Ekonomi Kabinet periode lalu yang telah terbukti hanya sanggup memberikan pertumbuhan ekonomi 5%,” tuturnya.

Demi mewujudkan cita-cita sesuai pidato Jokowi setelah resmi dilantik menjadi Presiden RI Periode 2019-2024, Gede menyarankan Presiden Jokowi agar benar memilih ekonom yang sanggup dan berpengalaman untuk naikkan pertumbuhan ekonomi hingga 7,5%-8%. "Jangan ada lagi tempat di Kabinet bagi ekonom yang sudah berpuas diri hanya dengan pertumbuhan 5%," tandasnya.

Sebelumnya usai dilantik MPR-RI, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pada tahun 2045, seabad Indonesia Merdeka, Indonesia harus telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. “Cita-cita kita pada tahun 2045 Indonesia menjadi negara maju dengan pendepatan per kapita Rp324 juta/tahun atau, Rp27 juta/bulan. Itu yang menjadi target kita,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden juga menegaskan bahwa pada tahun 2045 itu, Produk Domestik Bruto (PDB) harus bisa mencapai USD7 triliun dan menjadi Negara 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan 0 persen. “Kita harus menuju kesana. Kita sudah kalkulasi target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk dicapai. Tapi semua tidak datang otomatis dengan mudah, tapi harus disertai kerja keras. Dan kita harus kerja cepat. Harus diserta kerja produktif bangsa kita,” ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Semprot Menteri Soal...
Semprot Menteri Soal Kinerja, Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga Sampai Reshuffle
Soroti Kinerja Menteri,...
Soroti Kinerja Menteri, Jokowi: Tak Ada Progres Signifikan
Jokowi Kembali Ingatkan...
Jokowi Kembali Ingatkan Menterinya: Jangan Biasa-biasa Saja
Jokowi ke Menkes Terawan:...
Jokowi ke Menkes Terawan: Anggaran Rp75 Triliun Baru keluar 1,53% Coba
Presiden Lantik Politikus...
Presiden Lantik Politikus Hanura Jadi Kepala BP2MI
Jokowi Akui Pertumbuhan...
Jokowi Akui Pertumbuhan Ekonomi Akan Terkoreksi Tajam di Depan DPR
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
14 menit yang lalu
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
28 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
1 jam yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
1 jam yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
2 jam yang lalu
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved