Produk Tembakau Dipanaskan Jadi Alternatif Konsumen

Rabu, 30 Oktober 2019 - 10:41 WIB
Produk Tembakau Dipanaskan...
Produk Tembakau Dipanaskan Jadi Alternatif Konsumen
A A A
JAKARTA - Produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product) dapat menjadi salah satu alternatif bagi konsumen yang mementingkan kesehatan. Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Amaliya menjelaskan, cara kerja pada produk tembakau yang dipanaskan tidak melalui proses pembakaran.

Batang tembakau asli, yang merupakan bahan bakunya, dimasukkan ke dalam perangkat lalu dipanaskan. Karena prosesnya adalah pemanasan, maka yang dihasilkan adalah uap, bukan asap. "Jika mengedepankan data, produk ini lebih rendah risiko dibandingkan rokok yang dibakar. Memang tidak 100% bebas risiko kesehatan, namun produk ini dapat menjadi alternatif bagi konsumen," katanya di Jakarta, kemarin.

Hal ini, lanjut dia, diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan Institut Federal Jerman untuk Penilaian Risiko (German Federal Institute for Risk Assessment) pada 2018 lalu. Hasil riset itu menyatakan produk tembakau yang dipanaskan memiliki tingkat toksisitas (tingkat merusak suatu sel) yang lebih rendah hingga 80-99%.

Hasil penelitian dari UK Committee on Toxicology (COT), bagian dari Food Standards Agency, juga menunjukkan kesimpulan yang positif bagi produk tembakau yang dipanaskan. COT menyimpulkan bahwa produk tersebut mengurangi bahan kimia berbahaya sebesar 50-90%.

Dengan fakta-fakta dari kajian ilmiah tersebut, menurut Amaliya, produk tembakau yang dipanaskan layak menjadi pilihan konsumen. Di Amerika Serikat, salah satu merek dari produk tembakau yang dipanaskan terlebih dahulu dikaji selama dua tahun oleh United States Food and Drug Administration (US FDA). Setelah hasilnya menunjukkan produk tersebut sesuai untuk perlindungan kesehatan masyarakat, U.S. FDA mengizinkan perangkat tersebut dijual.

Menurut mantan Komisioner US FDA, Scott Gottlieb, lamanya proses pengujian merupakan standar yang harus diikuti. "Tentu ini bukan proses yang cepat dan murah, Anda harus melakukan beberapa kajian untuk membuktikan bahwa produk Anda tidak lebih berbahaya. Tetapi, itu standar yang sesuai dengan hukum," tegasnya. (Rakhmat Baihaqi)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Miliki Potensi Besar,...
Miliki Potensi Besar, Begini Perjalanan Produk Tembakau Alternatif
Kajian Ilmiah soal PTA...
Kajian Ilmiah soal PTA Perlu Dilakukan, Hasilnya Penting untuk Konsumen dan Industri
Kehadiran Produk Tembakau...
Kehadiran Produk Tembakau Dipanaskan Diklaim Turunkan Tren Rawat Inap akibat PPOK
Edukasi Ilmiah Penting...
Edukasi Ilmiah Penting dalam Penggunaan Produk Tembakau Alternatif
Masindo Dorong Keterbukaan...
Masindo Dorong Keterbukaan Informasi Mengenai Tembakau Alternatif
Bayu Oktara Ungkap Alasan...
Bayu Oktara Ungkap Alasan Pilih Pakai Tembakau Alternatif
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
8 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
8 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
9 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
9 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
9 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved