PJB Dorong Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Kamis, 31 Oktober 2019 - 10:05 WIB
PJB Dorong Pengembangan...
PJB Dorong Pengembangan Energi Baru Terbarukan
A A A
SURABAYA - PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) terus mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Direktur Utama PJB Iwan Agung Firstantara mengatakan, perseroan telah melakukan inisiasi dengan melakukan uji coba co-firing di PLTU Paiton, yaitu menggantikan sebagian batu bara dengan wood palet. Saat ini telah dilakukan uji coba secara bertahap penggunaannya hingga 3% dari target 5%.

“Energi yang ramah lingkungan merupakan suatu keniscayaan mengingat semakin menguatnya perubahan iklim,” ujarnya pada PJB Connect 2019 di Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Iwan melanjutkan, PJB juga sudah menyiapkan kajian dan uji coba untuk PLTU tipe CFB di Sumatera 510 megawatt (MW) yang diyakini bisa melakukan co-firing hingga 30% dengan menggunakan cangkang kelapa sawit atau biomass lainnya. “Sehingga untuk menambah energi baru terbarukan, kita tidak mengubah pembangkit yang sudah ada dengan yang baru,” katanya.

Dia menuturkan, dalam upaya menyiapkan energi masa depan yang ramah lingkungan, PJB telah memproduksi sekitar 1.250 MW listrik berbasis EBT dari total 14.000 MV listrik yang dikelola oleh PJB. Ke depan, pengembangan EBT terus ditingkatkan, salah satunya PLTA Batang Toru dengan kapasitas 510 MW dan pengembangan PLTS Terapung di Waduk Cirata.

“Untuk memaksimalkan curah hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, kami memanfaatkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sehingga diharapkan bisa meningkatkan produksi listrik di PLTA Cirata,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, PJB menyelenggarakan PJB Connect 2019 sebagai salah satu kontribusi PJB bagi ketenagalistrikan di Indonesia dalam menghadapi tantangan energi masa depan. Iwan berharap agar PJB Connect dapat menjadi penghubung antara berbagai stakeholder dalam dunia kelistrikan.

“PJB Connect 2019 mendorong dekarbonasi, digitalisasi, dan desentralisasi (3D) menuju dunia energi baru, yang bergerak lebih cepat dibandingkan yang diperkirakan,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, keberadaan EBT menjadi suatu keharusan sebab batu bara yang selama ini menjadi sumber utama energi akan habis. Apabila tidak ditangani bersama maka akan menjadi krisis karena ketersediaan berkurang, sementara permintaan terus meningkat. Untuk itu, transisi perlu segera dipercepat.

“Untuk energi, masih ditopang energi fosil terutama batu bara. Batu bara akan habis sehingga energi baru terbarukan bukan hanya menjadi opsi tetapi menjadi keharusan,” ujarnya.

Menurut Rida, PLN siap memulai pengadaan proyek EBT. Dengan begitu maka akan ada aliran investasi dari luar negeri sehingga bisa memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia.“Investor EBT sedang menunggu kapan mulai dilelang. Begitu dibuka pasti tinggi, karena ini EBT, berteknologi tinggi, melalui mekanisme lelang, harga yang didapat pasti kompetitif,” katanya.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso mengapresiasi penyelenggaraan PJB Connect 2019. (Oktiani Endarwati)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kurangi Emisi Karbon,...
Kurangi Emisi Karbon, APL Pasang Solar Panel 100,000 kWh di Medan
Pembangkit Listrik Hybrid...
Pembangkit Listrik Hybrid Jawa 9 dan 10 Bakal Gunakan Amonia Hijau
Ingin Dicap Ramah Lingkungan,...
Ingin Dicap Ramah Lingkungan, Ferrari Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Pembangkit Listrik Gas...
Pembangkit Listrik Gas Terapung Terbesar di ASEAN Siap Dukung Penyediaan Energi Bersih
Terapkan Teknologi Informasi,...
Terapkan Teknologi Informasi, Pembangkit Jawa Bali Access Diluncurkan
PLN Optimalkan Pemanfaatan...
PLN Optimalkan Pemanfaatan EBT untuk Pembangkit Tenaga Listrik
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
3 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved