Desa Wisata, Potensi Andalan Pariwisata di Indonesia

Sabtu, 02 November 2019 - 06:04 WIB
A A A
Tak jauh beda dilakukan pengelola Desa Wisata Gunung Api Purba (GAP) Nglanggeran. Desa wisata GAP dikelola masyarakat setempat. Bahkan untuk membuat wisatawan betah, pengelola memberdayakan warga dalam penyediaan homestay.

Dengan konsep tersebut, masyarakat menjadi peduli dan juga memberikan edukasi bagi wisatawan yang berkunjung untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam., Konsep wisata berbasis masyarakat ini bisa diwariskan untuk generasi mendatang. "Ini sebuah penghargaan luar biasa untuk pariwisata di Gunungkidul yang terus menata diri," kata Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti bangga.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus mengincar penghargaan level dunia dalam pengembangan pariwisata. Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengakui, implementasi konsep pariwisata berkelanjutan merupakan tugas yang sangat berat dan tak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak dalam ekosistem pariwisata. Kelompok sadar wisata (pokdarwis) pun harus dilibatkan secara serius untuk membangun fondasi dan merealisasikan pariwisata berkelanjutan.

Beberapa waktu lalu, empat destinasi wisata di Jawa Barat mendapat penghargaan dalam ajang Indonesia Sustainable Tourism Awards Festival (ISTAfest) 2019. Empat destinasi itu adalah Green Canyon, Kampung Naga, Desa Cibuntu, dan Dusun Bambu. "Ini tugas berat, tapi bukan berarti tidak mungkin," tegas Dedi.

Tahun ini, jumlah desa wisata yang masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan tergolong banyak. Kamboja terpilih hanya satu desa wisata yakni Tmatboey yang dikenal dengan kawasan dengan keragaman ekosistem. Warga desa tersebut melakukan konservasi hewan langka terutama burung. Proyek pariwisata lingkungan juga juga mengajarkan pendidikan dan pelatihan konservasi hewan langka kepada wisatawan.

Tak kalah menariknya adalah The Mount Hotham Alpine Resort, salah satu destinasi wisata populer di Victoria, Australia. Dari lokasi tersebut, wisatawan bisa melihat pemandangan seluruh negara bagian Victoria. Itu juga menjadi rumah baik flora dan fauna dengan fokus mengajak wisatawan untuk beraktivitas berbasis alam. Sebanyak 100 spesies langka tercatat di resor tersebut.

Dari Jepang, Kamaishi merupakan desa wisatawa di Prefektur Iwate di Honshu utara. Wisatawan bisa mendapatkan pengalaman kehidupan laut dan gunung dalam satu lokasi. Sementara itu, Noordwijk aan Zee merupakan kota di dekat pantai yang dipenuhi dengan kebun bunga. Kota itu mengandalkan energi alam pada 2030 mendatang. Misalnya, program Everyday is Sundy bertujuan untuk mengurangi ketergantungan energi fosil dengan menggunakan 3.000 panel surya. (Suharjono/Agung Bakti Sarasa/Priyosetyawan/Andika H Mustaqim)
(nfl)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1830 seconds (11.97#12.26)