Diragukan Lembaga Asing, BPS Pastikan Data Ekonomi Valid

Selasa, 05 November 2019 - 22:29 WIB
Diragukan Lembaga Asing,...
Diragukan Lembaga Asing, BPS Pastikan Data Ekonomi Valid
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2019 mencapai 5,02%. Namun, data resmi dari pemerintah ini diragukan oleh lembaga riset asing, asal Inggris, yaitu Capital Economics. Lembaga asing tersebut mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di bawah angka 5%.

Dalam laporannya, Capital Economics menyatakan terdapat indikator yang menunjukkan data BPS lemah sehingga data perekonomian pun keliru. Baca: Melambat, Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III Hanya 5,02%

Menanggapi laporan Capital Economics, Kepala BPS Suhariyanto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah sesuai dengan hitungan yang benar.

"Saya sebut dulu, ketika kita menghitung Produk Domestik Bruto (PDB), semuanya harus mengacu pada manual dari PDB. Harus diikuti semuanya. Kedua, BPS ini dimonitor oleh forum masyarakat statistik. Dan teman-teman IMF selalu datang ke BPS, minimal sekali setahun dengan timnya mengecek," jelas Suhariyanto di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Untuk membuktikan kesahihan data BPS, Suhariyanto bahkan mempersilakan Capital Economics untuk membuat data manual dan membuktikan hitungan pertumbuhan ekonomi.

Suhariyanto menambahkan, bahwa data BPS yang dirilis juga sudah sesuai dengan hitungan yang diberikan Kementerian Keuangan selaku bendahara negara.

"Ya silakan (lembaga asing membuat data) tapi apa mereka mengacu kepada manual PDB atau enggak. Data ini kan kita kumpulkan. Kalau bicara konsumsi pemerintah, itu data dari Kementerian Keuangan loh," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Kalahkan Jepang dan...
Kalahkan Jepang dan Korsel, Pertumbuhan Ekonomi RI Naik 7,07%
Resmi, Pertumbuhan Ekonomi...
Resmi, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2021 Minus 0,74%
Sri Mulyani Optimistis...
Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3% di 2022
BPS: Indonesia Resmi...
BPS: Indonesia Resmi Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Minus 3,49%
Ekonomi RI Tumbuh 7,07%...
Ekonomi RI Tumbuh 7,07% Tertinggi Sejak 2004
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
7 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
7 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
7 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
8 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
8 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
8 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved