Saudi Aramco Dalam Jalur IPO Terbesar dengan Nilai USD1,7 Triliun

Senin, 18 November 2019 - 15:34 WIB
Saudi Aramco Dalam Jalur...
Saudi Aramco Dalam Jalur IPO Terbesar dengan Nilai USD1,7 Triliun
A A A
DUBAI - Saudi Aramco berada dalam jalur IPO (Initial Public Offering atau penawaran umum perdana) terbesar di dunia usai menetapkan nilainya mencapai sebesar USD1,71 triliun atau setara dengan Rp23.927 triliun (kurs Rp14.075/USD). Meski begitu angka tersebut lebih rendah dari target yang ditetapkan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman yakni mencapai USD2 triliun.

Selain tidak dapat memenuhi nilai IPO yang ditargetkan, Aramco juga menurunkan besaran saham dijual dari 5% menjadi 1,5% dengan nilai USD24-25,6 miliar. Aramco tidak dapat menjual sahamnya langsung kepada investor di Amerika Serikat dan pasar lainnya, ketika IPO dibatasi untuk orang Saudi serta lembaga asing yang diizinkan untuk berinvestasi di pasar saham kerajaan.

Nilai IPO yang ditetapkan Saudi Aramco bisa mengalahkan raksasa e-commerce asal China yang mencetak rekor USD25 miliar yang memulai debutnya di pasar saham New York pada 2014, lalu. Ukuran IPO Aramco bisa lebih besar jika ada cukup permintaan mencapai 15% dari yang telah dijatahkan.

"Kami berencana untuk berlangganan IPO dalam dana yang kami kelola," kata Zachary Cefaratti, Chief Executive Officer dari Dubai dalma Capital Management Ltd, sembari menambahkan bahwa penilaian awal "sejalan dengan harapan kita".

Aramco memulai rangkaian IPO pada 3 November, setelah sebelumnya sempat beberapa kali tertunda. Putra mahkota Mohammed bin Salman, melayang ide ini hampir empat tahun yang lalu, sebagai upaya meningkatkan investasi miliaran dolar ke industri non-minyak, menciptakan lapangan kerja dan diversifikasi eksportir minyak mentah untuk tidak lagi mengandalkan bahan bakar fosil.

Sejak gagasan IPO pertama diumumkan pada 2016, progresnya menjadi tertunda lama karena nilai IPO sebesar USD2 triliun yang diinginkan Pangeran Mohammed telah menuai pandangan skeptisisme dari investor dan analis. IPO ini menjadi bagian penting dari rencana untuk menghentikan ketergantungan ekonomi dari minyak mentah dengan menyuntikkan dana ke proyek-proyek besar dan industri non-energi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Saudi Aramco Serahkan...
Saudi Aramco Serahkan Kontrak Rp406,6 Triliun untuk Ekspansi Gas
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Aramco Batal Bangun...
Aramco Batal Bangun Cilacap, Pertamina Cari Mitra Baru
Saudi Aramco Dikabarkan...
Saudi Aramco Dikabarkan Bakal Jual Saham Senilai Rp761 Triliun, Terbesar Dalam Sejarah
Sinyal Kejatuhan Sektor...
Sinyal Kejatuhan Sektor Minyak Arab Saudi Mulai Terlihat
Profil Saudi Aramco,...
Profil Saudi Aramco, Raksasa Minyak yang Membuat Arab Saudi Kaya Raya
Berita Terkini
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
1 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
1 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
9 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
10 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
11 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
11 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved