Diplomat Indonesia Dukung Pengembangan Potensi Wisata Labuan Bajo

Jum'at, 29 November 2019 - 06:30 WIB
Diplomat Indonesia Dukung...
Diplomat Indonesia Dukung Pengembangan Potensi Wisata Labuan Bajo
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu dari destinasi wisata superprioritas. Namun, masih banyak yang perlu dikembangkan untuk menjadikan Kabupaten Manggarai Barat memenuhi syarat standar pariwisata internasional, terutama sebagai destinasi wisata superprioritas.

Demikian kesimpulan pembahasan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, terkait cara-cara memajukan sektor pariwisata di Labuan Bajo kemarin. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Martinus Ban menjelaskan Kabupaten Manggarai Barat dibentuk 16 tahun yang lalu dengan luas wilayah hampir 10 km2, meliputi 70% lautan dan 30% daratan.

Terdapat 264 pulau, namun hanya 9 pulau yang dihuni. Sekitar 77% penduduknya bekerja di sektor pertanian. “Keunggulan pariwisata Labuan Bajo adalah konservasi komodo yang telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu dari seven wonder natural heritage, di samping letak geografis yang berdekatan dengan Pulau Bali,” katanya.

Martinus menjelaskan bahwa komodo hidup di dataran yang landai. Terdapat 74 pulau di Kawasan Taman Nasional Komodo, namun hanya 2 pulau yang menjadi habitat Komodo dan yang menjadi tujuan wisata, yaitu Pulau Komodo dengan populasi komodo sekitar 4.000-an ekor dan di Pulau Rinca sekitar 3.000-an ekor.

Kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo terus meningkat sejak tiga tahun terakhir. Pada 2016, total wisatawan berjumlah 83.712 orang dan meningkat pada 2017 jumlah total wisatawan mencapai 111.749 orang, sedangkan tahun 2018 mencapai 163.807 orang. “Diharapkan 2019 ini target wisatawan 500.000, sementara sampai November baru mencapai 300.000. Wisatawan terbanyak beberapa tahun terakhir berasal dari China, Korea, dan Jepang,” ujarnya.

Pada pertemuan tersebut, peserta Sesparlu angkatan ke-63 berbagi pengalaman negara di mana mereka pernah ditugaskan dalam mengembangkan potensi pariwisata yang memiliki kemiripan dengan Kabupaten Manggarai. Salah satunya, pengalaman negara-negara di Afrika dalam mengembangkan wisata taman nasional.

Selain itu, untuk meningkatkan standar pelayanan wisatawan asing, para peserta Sesparlu menginformasikan karakteristik wisatawan Eropa, China, Australia, dan lainnya. Dengan memahami karakteristik wisatawan maka akan membuat para wisatawan asing merasa di “rumahnya sendiri”.

“Kami mengharapkan pengalaman para diplomat senior yang telah bertugas di 2-3 perwakilan RI di luar negeri dapat memperkaya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam mengembangkan pariwisata,” ujar Direktur Sesparlu June Kuncoro Hadiningrat.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
6 Aktivitas Seru di...
6 Aktivitas Seru di KEK Morotai, Bisa Berenang dengan Hiu
Tanaka Energi Siap Bangun...
Tanaka Energi Siap Bangun Infrastruktur Pariwisata di Sambas
Kawasan Stadion Maguwoharjo...
Kawasan Stadion Maguwoharjo Akan Dijadikan KEK Pariwisata
Milenial di KEK Pariwisata...
Milenial di KEK Pariwisata Likupang Diberi Pelatihan Wira Usaha Baru
KEK Pariwisata Selayar...
KEK Pariwisata Selayar Dapat Tingkatkan Ekonomi Sulsel
Selayar Disiapkan Jadi...
Selayar Disiapkan Jadi KEK, Gubernur Tinjau Infrastruktur Pariwisata
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
6 menit yang lalu
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
1 jam yang lalu
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
2 jam yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
2 jam yang lalu
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
2 jam yang lalu
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
12 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved