Menteri Erick: Deputi BUMN Baru Fokus ke Hukum, SDM dan Keuangan

Senin, 02 Desember 2019 - 16:59 WIB
Menteri Erick: Deputi...
Menteri Erick: Deputi BUMN Baru Fokus ke Hukum, SDM dan Keuangan
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memiliki empat tugas penting yang akan dilakukannya di Kementerian BUMN. Rinciannya adalah reformasi birokrasi, mengkaji ulang peraturan di Kementerian BUMN, restrukturisasi utang, serta perbaikan model bisnis BUMN.

Untuk reformasi birokrasi, Erick telah memangkas jumlah pejabat eselon I dari delapan orang menjadi empat. Ia mengisyaratkan, kedeputian Kementerian BUMN yang baru akan berfokus pada sektor hukum, sumber daya manusia, serta keuangan. “Akan ada tiga deputi. Deputi yang fokus urus hukum, SDM, dan keuangan,” ujar Erick dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI, Senin (2/12/2019).

Sambung dia melanjutkan untuk eselon I Kementerian BUMN lainnya adalah Sekretaris Kementerian BUMN akan memiliki tugas administratif. Saat ini, Erick tengah menunggu persetujuan tentang perubahan struktur organisasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sejak bulan lalu, kami telah melakukan perubahan birokrasi di Kementerian BUMN. Dari tujuh deputi akan menjadi tiga. Tujuannya adalah untuk mengurangi beban birokrasi yang sangat panjang di Kementerian BUMN,” tegasnya.

Selain melakukan reformasi birokrasi, Erick berjanji untuk melakukan perbaikan bisnis model pada 142 perusahaan BUMN. Langkah ini bertujuan agar BUMN lebih fokus pada inti bisnisnya serta berdaya saing. “Misalkan, PT PANN (Persero) yang sejak dulu membiayai leasing pesawat di mana pesawat itu tidak ada, juga PT Gapura Angkasa yang bergerak di bidang groundhandling yang saya mintakan lebih baik di bawah pengawasan Angkasa Pura II (Persero) daripada Garuda Indonesia (Persero) Tbk,” urainya.

Sementara terkait restrukturisasi utang, Erick tengah mengkaji lebih jauh penggunaan utang yang ada di perusahaan BUMN. “Kita harus tahu mana utang yang salah dan utang yang benar. Selama utang ini dipakai untuk pengembangan, maka (penggunaannya) benar. Jika (salah), kita tidak akan mengizinkan (berhutang),” ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Berikan Kesempatan Disabi­litas...
Berikan Kesempatan Disabi­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Berita Terkini
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
36 menit yang lalu
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
2 jam yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
4 jam yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
4 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
15 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
15 jam yang lalu
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved