PDIP Minta Pembenahan BUMN untuk Mengabdi pada Tujuan Bernegara

Kamis, 05 Desember 2019 - 21:26 WIB
PDIP Minta Pembenahan...
PDIP Minta Pembenahan BUMN untuk Mengabdi pada Tujuan Bernegara
A A A
JAKARTA - PDI Perjuangan menyambut baik upaya Menteri BUMN, Erick Thohir untuk melakukan pembenahan BUMN, sekaligus menyelesaikan begitu banyak pekerjaan rumah akibat banyaknya vested interest ketika dipimpin Rini Soemarno.

"BUMN pada hakikatnya sebagai alat negara yang terikat pada komitmen mewujudkan tujuan bernegara. Politik ekonomi BUMN harus berupaya mewujudkan kedaulatan negara setidaknya di bidang pangan, papan, energi, pertahanan, keuangan dan pertahanan," kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto dalam pers rilisnya, Kamis (5/12/2019).

Atas dasar hal tersebut, kata Hasto, maka para Direksi dan Komisaris BUMN harus dipilih tidak hanya berdasarkan kriteria kepemimpinan yang visioner, transformatif dan teknokratis, ataupun kemampuan manajerial, juga harus dilihat dari kemampuan ideologis berkaitan dengan upaya menjadikan BUMN sebagai kekuatan utama konsolidasi perekonomian nasional.

"Untuk itu, maka konsolidasi bisnis baik secara vertikal maupun horisontal harus dilakukan sehingga BUMN benar-benar berkonsentrasi pada core business dan hanya masuk pada sektor yang bersifat strategis bagi kepentingan perekonomian nasional," ujarnya.

Selain itu, lanjut Hasto, PDI Perjuangan juga mengusulkan agar bagi BUMN yang mampu mencapai kinerja korporasinya, baik dalam perspektif kepeloporan dan inovasi bisnis, kinerja finansial, pertumbuhan internal, maupun kinerja terhadap seluruh stakeholders, diberi prioritas bahwa penempatan direksi dan berasal dari dalam.

"Kami meyakini pak Erick akan kedepankan merit system dan mendorong proses kepemimpinan yang begitu memahami seluruh corporate culture BUMN yang dipimpinnya. Apapun management of intelectual capital, itu terakumulasi dan menjadi corporate asset karena proses pembelajaran secara dinamis baik dari faktor internal maupun eksternal bisnis," ucapnya.

"Di luar organ BUMN, yakni RUPS, Direksi dan Komisaris, pihak manapun dilarang campur tangan urusan BUMN," kata Hasto seraya menekan hal inilah yang menjadi pegangan Menteri BUMN.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Raker Komisi VI DPR...
Raker Komisi VI DPR dengan Menteri BUMN Bahas Anggaran Kementerian
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Tandatangani...
Erick Thohir Tandatangani Kerja Sama Pemberantasan Korupsi dengan KPK
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Erick Thohir: Impor...
Erick Thohir: Impor Alat Kesehatan Dikuasai Mafia
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
9 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved