2020, Potensi Pertumbuhan Bisnis Logistik Lebih dari 30%

Selasa, 17 Desember 2019 - 08:36 WIB
A A A
Pada saat harbolnas 12.12, Chief Executive Officer (CEO) SiCepat Ekspres The Kim Hai memperkirakan pengiriman paket akan menembus angka 1,5 juta pengiriman paket. Ini berarti mencapai 20% kenaikan dari Harbolnas 11.11 pada bulan November 2019. "Hal ini didukung oleh seluruh jajaran maupun sistem yang telah kami siapkan di awal semester kedua tahun 2019," ujar Kim.

Pemain lama dalam jasa pengiriman barang, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), juga mencatatkan hasil positif. Berkaca pada harbolnas pada Oktober lalu, JNE memproleh kenaikan pengiriman hingga 15%.

Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohammad Feriadi mengatakan setiap harinya JNE mengalami pertumbuhan dalam pengiriman barang. Saat ini perusahaannya telah melayani lebih dari satu juta paket per harinya. "Kami yakin tahun depan akan ada pertumbuhan lagi,” katanya kepada SINDO Weekly.

Tumbuh 30%


Industri pengiriman barang tumbuh positif tiap tahunnya seiring perkembangan e-commerce yang tercatat 500% dalam empat tahun terakhir. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memprediksi potensi pertumbuhan bisnis logistik di Tanah Air bisa mencapai lebih dari 30% pada 2020. Bila dihitung secara rinci, estimasi pertumbuhan sektor ini secara menyeluruh bisa mencapai Rp40 triliun atau lebih per tahun.

Sementara itu, data Indeks Kinerja Logistik Bank Dunia mencatat logistik Indonesia telah meningkat sangat pesat dalam tiga tahun terakhir. Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-46 secara global dibandingkan pada 2016 yang berada di peringkat ke-63.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi menilai potensi bisnis pengiriman jasa barang akan semakin meningkat dengan adanya penetrasi internet dan infrastruktur yang semakin luas karena dibangun oleh pemerintah.

Munculnya startup-startup logistik baru karena mereka melihat potensi yang besar di industri tersebut apalagi dengan adanya pesanan e-commerce yang terus meningkat.

CEO J&T Express Robin Lo juga senada. Ia bilang potensi bisnis logistic di Indonesia sangatlah besar seiring perkembangan bisnis e-commerce yang semakin pesat. "Investor jor-joran investasi di platform e-commerce di Indonesia. Kami dukung mereka berkembang lebih cepat," ujar Robin

Kini beberapa startup logistik baru juga mulai bermunculan di Indonesia. Seperti Paxel, Iruna, Triplogic, Expedito, dan Kargo. Kelima startup itu menawarkan beragam solusi teknologinya kepada penggunanya. (Ferdi Christian)
(don)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1264 seconds (10.101#12.26)