Berinvestasi Harus Aman dan Nyaman

Sabtu, 28 Desember 2019 - 12:10 WIB
Berinvestasi Harus Aman...
Berinvestasi Harus Aman dan Nyaman
A A A
INVESTASI adalah salah satu cara membuat simpanan dana menjadi lebih produktif, sekaligus alternatif mendapatkan pendapatan tambahan. Namun, sebelum berinvestasi hendaknya mengenali produk investasi tersebut agar tidak malah merugi.

Banyak sekali orang yang bekerja sambil berinvestasi dengan tujuan beragam. Yang terpenting, dengan berinvestasi perencanaan keuangan untuk masa depan sudah bisa tergambarkan.

"Banyak sekali keuntungan dari berinvestasi, salah satunya adalah mempersiapkan diri agar tetap mempunyai pendapatan setelah memasuki masa pensiun dari suatu pekerjaan. Namun harus diingat tidak semua investasi dapat memberikan hasil maksimal," ungkap pengamat ekonomi, David Sumual.

Menurutnya, agar masyarakat tidak salah pilih investasi, ada baiknya tentukan dahulu modal yang dimiliki. Dengan menentukan modal, berarti mereka sedang menghitung berapa banyak dana yang dimiliki.

”Jika modal yang kita punya sedikit, sebaiknya memilih investasi reksadana, yang bisa dibeli dari minimal ratusan ribu rupiah saja, berjenjang hingga jutaan rupiah. Misalnya saja ORI (Obligasi Ritel Indonesia) yang membutuhkan dana minimal Rp5 juta," ujar David.

Meskipun saat ini bayak sekuritas yang menawarkan program investasi menarik, yaitu membuka rekening dengan dana yang kecil, namun paling tidak masyarakat membutuhkan dana Rp10 juta untuk membeli saham pertama.

"Langkah selanjutnya adalah menentukan dahulu tujuan berinvestasi. Misalnya, jika memilih investasi untuk tabungan anak jangka panjang, maka investasi saham jangka panjang atau reksa dana adalah pilihan tepat," jelas David.

Setelah tahu jenis investasi apa yang diinginkan, langkah selanjutnya adalah memastikan jenis investasi tersebut apakah sudah terjamin dan diawasi oleh regulator dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum.

"Kita itu kan berinvestasi menaruh investasi kita ke orang lain. Jadi, seharusnya kita jangan melihat return (imbalan) saja. Yang dilihat siapa yang terima uang kita, dan orang itu bisa mengembalikan uang kita saat dibutuhkan," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto. Menurutnya, saat ini banyak orang yang ingin berinvestasi dengan melihat imbalan atau hasil yang menggiurkan. Padahal, banyak yang harus dipertimbangkan selain keuntungan.

"Kita harus melihat siapa penerbitnya, bagaimana pengalamannya. Jadi, bukan hanya keuntungannya saja, jika hal ini dilihat tentunya tidak akan terjadi investasi bodong," jelas ‎Eko.

Yang jelas, pada dasarnya semua investasi mengandung risiko. Namun, masyarakat Indonesia memiliki impian tinggi, yakni memiliki risiko rendah dengan return yang tinggi.

"Jika return tinggi, tentunya risikonya juga tinggi. Kalau return-nya rendah, pasti risikonya rendah. Itu sudah menjadi hukum alam. Impian investor ingin instrumen dengan return tinggi, namun risiko rendah," ungkapnya

Eko menyarankan, investasi yang paling aman adalah dengan menanamkan uang di pasar modal. Hanya, keuntungannya tidak langsung dirasakan dalam jangka pendek.

Yang pasti, ada baiknya masyarakat lebih teliti dan detail dalam berinvestasi. Jangan mudah terkecoh dengan iming-iming tingkat pengembalian investasi yang menjanjikan.

"Harus diteliti perusahaannya, harus diawasi oleh lembaga resmi terkait seperti OJK. Cara paling gampang untuk mengetahuinya, dengan melihat website resmi, apakah ada tanda diawasi oleh OJK atau tidak, dan didaftarkan. Ini merupakan cara mudah untuk mengetahui aman tidaknya lembaga invetasi tersebut," tuturnya. (Aprilia S Andyna)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Berita Terkini
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
1 jam yang lalu
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
1 jam yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
3 jam yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
3 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
5 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved