Miliarder George Soros: Dunia Lebih Baik Jika Trump dan Xi Jinping Tak Berkuasa

Jum'at, 24 Januari 2020 - 18:46 WIB
Miliarder George Soros:...
Miliarder George Soros: Dunia Lebih Baik Jika Trump dan Xi Jinping Tak Berkuasa
A A A
DAVOS - Miliarder George Soros melayangkan kritik keras kepada dua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di dunia yakni Amerika Serikat (AS) dan China. Dalam ajang World Economic Forum (WEF), Soros mengatakan Presiden Donald Trump adalah seorang yang mencari perhatian dan sangat narsis dimana telah melanggar batas konstitusi AS.

Dilansir BBC, Jumat (24/1/2020) miliarder yang juga seorang dermawan itu mengutarakan, Presiden China Xi Jinping menggunakan teknologi untuk mengatur semua kehidupan di Negeri Tirai Bambu -julukan China-. "Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika mereka tidak berkuasa," kata Soros.

Dalam pidato tahunan di forum ekonomi dunia, para miliarder dan pemodal memperingatkan ancaman yang berkembang di antaranya terkait populisme dan perubahan iklim. Sementara itu mereka berjanji mengucurkan dana besar hingga USD1 miliar kepada jaringan Universitas global untuk mengatasi intoleransi.

Akan tetapu Davos yang merupakan penyokong besar bagi Partai Demokrat AS, menerangkan Beijing dan Washington menimbulkan ancaman besar bagi masyarakat secara luas. "Kedua (pemimpin) mencoba untuk memperluas kekuasaan mereka ke batasnya dan seterusnya," ungkap Soros.

"Trump bersedia mengorbankan kepentingan nasional untuk kepentingan pribadi dan ia akan melakukan hampir apapun untuk memenangkan pemilu kembali. Sebaliknya, Xi Jinping sangat ingin memanfaatkan kelemahan Trump dan menggunakan kecerdasan buatan untuk mencapai kendali penuh atas rakyatnya," ungkapnya.

Perang Dagang

Amerika Serikat dan China baru-baru ini baru saja meneken kesepakatan perdagangan untuk meredam perang dagang yang berkepanjangan, dimana kedua belah pihak sudah menetapkan bea masuk senilai miliaran dolar pada ekspor masing-masing.

Tapi Soros mengatakan Presiden Xi Jinping telah menahan perekonomian Cina, sementara Trump terlalu panas. "Pasar saham AS tinggi, tetapi tidak dapat disimpan di titik didih terlalu lama," ungkapnya.

Soros, seorang Yahudi yang selamat dari pendudukan Nazi dengan menempa dokumen identitas, menjadi terkenal karena keterlibatannya dalam devaluasi pound Inggris, yang dikenal sebagai Black Wednesday. Disamping itu Ia adalah sosok filantropis dan berbagai kegiatan politik telah membuatnya menjadi sosok yang memecah belah di Amerika Serikat, Eropa dan sekitarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dari Ancaman Resesi...
Dari Ancaman Resesi hingga Polycrisis, WEF Ingatkan Berbagai Risiko Global di 2023
Dibayangi Resesi, WTO...
Dibayangi Resesi, WTO Ungkap Faktor Pendorong Perdagangan Global
Hadiri WEF Davos 2026,...
Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global
Di WEF 2026, Dirut BRI...
Di WEF 2026, Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia
Airlangga Tegaskan Komitmen...
Airlangga Tegaskan Komitmen Transisi Energi di Pertemuan World Economic Forum 2022
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri World Economic Forum 2026 di Swiss Bulan Ini
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
48 menit yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
1 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
1 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
2 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
2 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
2 jam yang lalu
Infografis
Warning bagi AS! Xi...
Warning bagi AS! Xi Jinping Bilang China Tak Takut Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved