Virus Corona Hantam Ekonomi, Bank Sentral China Suntik Pasar Saham dan Bank

Senin, 03 Februari 2020 - 19:59 WIB
Virus Corona Hantam...
Virus Corona Hantam Ekonomi, Bank Sentral China Suntik Pasar Saham dan Bank
A A A
BEIJING - Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBOC) menyuntikkan total 1,2 triliun yuan atau setara USD173 miliar ke pasar uang melalui repo obligasi. Hal ini bertepatan dengan Pasar Modal setelah libur panjang imlek di tengah merebaknya wabah virus corona yang telah menghantam sektor keuangan serta ekonomi Negeri Tirai Bambu -julukan China-.

Dilansir BBC, Bank Sentral China juga telah mengumumkan tindakan ekonomi lain dalam menghadapi epidemi virus Corona yang semakin meluas, termasuk menyediakan dana bagi perbankan mencapai sebesar 300 miliar yuan untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan yang terkena dampak virus corona. Angka ini lebih tinggi dari suntikan dana pada 2019 lalu saat PBOC mengantisipasi pukulan ekonomi akibat perang dagang.

Pasar secara luas memperkirakan adanya pergerakan likuiditas, tetapi sebagian besar analis berpikir penurunan suku bunga akan menyusul setelah dampak ekonomi lebih jelas. Investor terlihat bracing untuk volatilitas ketika pasar China buka kembali pada hari Senin. Pasar saham, mata uang dan pasar obligasi seperti diketahui semuanya telah ditutup sejak 23 Januari.

Pasar global telah dibuat bingung dengan epidemi virus Corona, dimana bursa saham AS indeks S& 500 mencetak minggu terburuk sejak Oktober pada hari Jumat. China Securities Regulatory Commission (CSRC) mengatakan telah mengambil keputusan setelah mempertimbangkan berbagai faktor, dan percaya dampak wabah virus Corona di pasar hanya jangka pendek.

Guna mendukung perusahaan yang terkena dampak epidemi virus Corona, CSRC mengatakan perusahaan yang telah kedaluwarsa perjanjian saham dapat mengajukan permohonan untuk ekstensi dengan perusahaan sekuritas, dan itu akan mendesak investor ikatan perusahaan untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo utang. CSRC juga mempertimbangkan untuk meluncurkan alat lindung nilai untuk pasar A-Share untuk membantu meringankan kepanikan pasar.

Ditambah menangguhkan sesi malam perdagangan berjangka mulai dari Senin, katanya. "Kami percaya bahwa pengenalan dan pelaksanaan tindakan kebijakan berturut-turut akan memainkan peran yang lebih baik dalam meningkatkan ekspektasi pasar dan mencegah perilaku irasional," katanya kepada People's Daily.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
Bencana Besar Dampak...
Bencana Besar Dampak Corona, Ekonomi China Tenggelam
Bangkit Usai Pandemi,...
Bangkit Usai Pandemi, China Buka Shanghai Disneyland
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Tetap Waspadai Virus...
Tetap Waspadai Virus Corona
Es Krim Buatan China...
Es Krim Buatan China Mengandung Virus Corona
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
7 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
8 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
9 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
10 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
11 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
12 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved