alexametrics

Virus Corona Hantam Ekonomi, Bank Sentral China Suntik Pasar Saham dan Bank

loading...
A+ A-
BEIJING - Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBOC) menyuntikkan total 1,2 triliun yuan atau setara USD173 miliar ke pasar uang melalui repo obligasi. Hal ini bertepatan dengan Pasar Modal setelah libur panjang imlek di tengah merebaknya wabah virus corona yang telah menghantam sektor keuangan serta ekonomi Negeri Tirai Bambu -julukan China-.

Dilansir BBC, Bank Sentral China juga telah mengumumkan tindakan ekonomi lain dalam menghadapi epidemi virus Corona yang semakin meluas, termasuk menyediakan dana bagi perbankan mencapai sebesar 300 miliar yuan untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan yang terkena dampak virus corona. Angka ini lebih tinggi dari suntikan dana pada 2019 lalu saat PBOC mengantisipasi pukulan ekonomi akibat perang dagang.

Pasar secara luas memperkirakan adanya pergerakan likuiditas, tetapi sebagian besar analis berpikir penurunan suku bunga akan menyusul setelah dampak ekonomi lebih jelas. Investor terlihat bracing untuk volatilitas ketika pasar China buka kembali pada hari Senin. Pasar saham, mata uang dan pasar obligasi seperti diketahui semuanya telah ditutup sejak 23 Januari.



Pasar global telah dibuat bingung dengan epidemi virus Corona, dimana bursa saham AS indeks S& 500 mencetak minggu terburuk sejak Oktober pada hari Jumat. China Securities Regulatory Commission (CSRC) mengatakan telah mengambil keputusan setelah mempertimbangkan berbagai faktor, dan percaya dampak wabah virus Corona di pasar hanya jangka pendek.

Guna mendukung perusahaan yang terkena dampak epidemi virus Corona, CSRC mengatakan perusahaan yang telah kedaluwarsa perjanjian saham dapat mengajukan permohonan untuk ekstensi dengan perusahaan sekuritas, dan itu akan mendesak investor ikatan perusahaan untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo utang. CSRC juga mempertimbangkan untuk meluncurkan alat lindung nilai untuk pasar A-Share untuk membantu meringankan kepanikan pasar.

Ditambah menangguhkan sesi malam perdagangan berjangka mulai dari Senin, katanya. "Kami percaya bahwa pengenalan dan pelaksanaan tindakan kebijakan berturut-turut akan memainkan peran yang lebih baik dalam meningkatkan ekspektasi pasar dan mencegah perilaku irasional," katanya kepada People's Daily.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top