Kapasitas Pembangkit Nasional Ditargetkan Bertambah 27,38 GW hingga 2024

Rabu, 05 Februari 2020 - 15:05 WIB
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Nasional Ditargetkan Bertambah 27,38 GW hingga 2024
A A A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan dalam kurun waktu 2020-2024 akan menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 27,38 gigawatt (GW) dengan total investasi mencapai USD36 miliar. Adapun kapasitas terpasang pembangkit sampai akhir 2019 lalu mencapai 69,57 GW.

Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut tak lain guna meningkatkan keandalan kelistrikan nasional. "Itu sesuai dengan peta jalan (roadmap) yang telah kami buat dan sebagian besar kapasitas tersebut merupakan program 35 GW," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Menurut dia dari total kapasitas pembangkit sebesar 27,38 GW tersebut sebesar 20,26 GW atau 67% akan dipenuhi dari pembangkit listrik berbasis energi fosil. Sedangkan sebesar 33% atau sekitar 9 GW, imbuhnya, akan dipenuhi dari pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT).

"Dan sebagaimana kita asumsikan dari 27,38 GW tersebut merupakan program 35 GW dengan total investasi mencapai USD36 miliar terdiri dari pembangkit non EBT USD17,89 miliar dan EBT USD18,06 miliar," paparnya.

Selain itu, pada 2024 ditargetkan akan menambah pembangunan jaringan transmisi lebih dari 16.000 kilometer sirkit (kms) dengan total investasi sebesar USD7,16 miliar. Di samping itu pemerintah juga memproyeksikan dalam lima tahun ke depan akan membangun tambahan Gardu Induk (GI) sebesar 38,607 mega volt ampere (mva). "Total invetasi gardu induk diperkirakan mencapai USD5,54 miliar," kata dia.

Dia menngatakan bahwa pembangunan pembangkit tersebut telah sesuai dengan pertimbangan permintaan dan penawaran. Pembangunan infrastruktur tersebut rencananya untuk memasok kebutuhan bisnis, pariwisata dan industri. Apalagi ke depan akan banyak fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tambang yang beroperasi.

"Kita telah mem-plot pasokan listrik dengan potensi demand. Dan alhamdulillah, sampai saat ini kebutuhan demand ke depan tercukupi termasuk pembangunan smelter. Sehingga tidak perlu khawatir jika terjadi kelebihan pasokan," kata dia.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kurangi Emisi Karbon,...
Kurangi Emisi Karbon, APL Pasang Solar Panel 100,000 kWh di Medan
Ingin Dicap Ramah Lingkungan,...
Ingin Dicap Ramah Lingkungan, Ferrari Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya
PLN Optimalkan Pemanfaatan...
PLN Optimalkan Pemanfaatan EBT untuk Pembangkit Tenaga Listrik
Tekan Biaya Bahan Bakar...
Tekan Biaya Bahan Bakar Pembangkit, PLN EPI Pacu Pengembangan LNG Midstream
Pemerintah Kebut 17...
Pemerintah Kebut 17 Gigawatt PLTS Terbangun Tahun Ini
PT PAL Kirim Pembangkit...
PT PAL Kirim Pembangkit Listrik Terapung Ke-2
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
2 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
2 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
4 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
5 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
5 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved