alexametrics

Kapasitas Pembangkit Nasional Ditargetkan Bertambah 27,38 GW hingga 2024

loading...
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah menargetkan dalam kurun waktu 2020-2024 akan menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 27,38 gigawatt (GW) dengan total investasi mencapai USD36 miliar. Adapun kapasitas terpasang pembangkit sampai akhir 2019 lalu mencapai 69,57 GW.

Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut tak lain guna meningkatkan keandalan kelistrikan nasional. "Itu sesuai dengan peta jalan (roadmap) yang telah kami buat dan sebagian besar kapasitas tersebut merupakan program 35 GW," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Menurut dia dari total kapasitas pembangkit sebesar 27,38 GW tersebut sebesar 20,26 GW atau 67% akan dipenuhi dari pembangkit listrik berbasis energi fosil. Sedangkan sebesar 33% atau sekitar 9 GW, imbuhnya, akan dipenuhi dari pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT).



"Dan sebagaimana kita asumsikan dari 27,38 GW tersebut merupakan program 35 GW dengan total investasi mencapai USD36 miliar terdiri dari pembangkit non EBT USD17,89 miliar dan EBT USD18,06 miliar," paparnya.

Selain itu, pada 2024 ditargetkan akan menambah pembangunan jaringan transmisi lebih dari 16.000 kilometer sirkit (kms) dengan total investasi sebesar USD7,16 miliar. Di samping itu pemerintah juga memproyeksikan dalam lima tahun ke depan akan membangun tambahan Gardu Induk (GI) sebesar 38,607 mega volt ampere (mva). "Total invetasi gardu induk diperkirakan mencapai USD5,54 miliar," kata dia.

Dia menngatakan bahwa pembangunan pembangkit tersebut telah sesuai dengan pertimbangan permintaan dan penawaran. Pembangunan infrastruktur tersebut rencananya untuk memasok kebutuhan bisnis, pariwisata dan industri. Apalagi ke depan akan banyak fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tambang yang beroperasi.

"Kita telah mem-plot pasokan listrik dengan potensi demand. Dan alhamdulillah, sampai saat ini kebutuhan demand ke depan tercukupi termasuk pembangunan smelter. Sehingga tidak perlu khawatir jika terjadi kelebihan pasokan," kata dia.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top