Harga Minyak Dunia Terdongkrak, Kecemasan Penurunan Permintaan China Berkurang

Rabu, 12 Februari 2020 - 11:13 WIB
Harga Minyak Dunia Terdongkrak,...
Harga Minyak Dunia Terdongkrak, Kecemasan Penurunan Permintaan China Berkurang
A A A
SEOUL - Harga minyak mentah dunia terdongkrak naik secara beruntun dua hari terakhir seiring melambatnya penyebaran atas wabah virus corona di China. Sentimen itu menjadi pendorong dalam perdagangan, Rabu (12/2/2020) untuk mengurangi kecemasan dampak virus corona wuhan bakal menggerus permintaan dari Beijing yang merupakan konsumen minyak terbesar kedua.

Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Brent mengalami kenaikan sebesar 73 sen atau 1,3% ke posisi USD54,75 per barel pada pukul 01.37 GMT. Sementara harga minyak mentah berjangka AS yakni West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak 46 sen yang setara dengan 0,9% menjadi USD50,39/barel.

Berdasarkan data awal pekan kemarin, kasus corona virus di China telah melambat ke posisi terendah sejak 31 Januari 2020. Larangan perjalanan ke dan dari China, ditambah pergerakan barang di dalam negeri telah memangkas penggunaan bahan bakar. Sementara penyulingan terbesar kedua di China memberikan sinyal akan mengurangi pengolahan sekitar 940.000 barel per hari (BPD) sebagai akibat dari penurunan konsumsi, atau sekitar 7% dari pengolahan mereka di 2019.

"Keprihatinan atas permintaan yang lemah di China memaksa banyak produsen untuk mencari alternatif. Perusahaan seperti Vitol, Shell dan litasco telah mempersiapkan untuk mempekerjakan supertanker untuk menyimpan minyak mentah yang rencananya dikirim ke China," ujar riset ANZ dalam sebuah catatan.

Sementara penasihat senior medis di China mengatakan, wabah virus Corona kemungkinan berakhir pada April, mendatang. Kekhawatiran atas permintaan imbas dari wabah viruc Corona telah mendorong Brent dan WTI ke posisi terendah dalam 13 bulan pada hari Senin. Kedua tolok ukur minyak internasional itu turun lebih dari 20% dari level tertinggi yang dicapai pada bulan Januari.

Administrasi informasi energi AS (EIA) pada hari Selasa, memangkas proyeksi permintaan minyak global untuk tahun ini menjadi 310.000 BPD saat wabah virus menekan konsumsi di China sebagai ekonomi terbesar kedua dunia. Dari sisi supply, organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia atau yang dikenal sebagai OPEC +, direkomendasikan memotong lebih lanjut dari 600.000 BPD minggu lalu untuk membendung kejatuhan harga minyak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
9 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
10 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
11 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
11 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
12 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
14 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved