Perry Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

Kamis, 20 Februari 2020 - 15:32 WIB
Perry Turunkan Proyeksi...
Perry Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2020 dari 3,1% menjadi 3,0%. Namun untuk tahun depan, ia memproyeksikan meningkat menjadi 3,4% dari prakiraan semula 3,2%.

Perry menjelaskan penurunan proyeksi ini seiring dengan kondisi pasar keuangan global yang tertekan akibat virus corona. Covid-19 telah meningkatkan risiko sehingga mendorong penyesuaian aliran dana global dari negara berkembang kepada aset keuangan dan komoditas yang dianggap aman, serta memberikan tekanan kepada mata uang negara berkembang.

"Ke depan, upaya penanggulangan Covid-19 perlu terus dicermati karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi, volume perdagangan, dan harga komoditas dunia, serta pergerakan aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia," ujar Perry di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Dia melanjutkan proses pemulihan ekonomi global tertahan setelah Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) merebak akhir Januari 2020. Kesepakatan tahap pertama perundingan perdagangan Amerika Serikat-China sempat meredakan ketidakpastian global dan meningkatkan optimisme pelaku ekonomi terhadap prospek pemulihan ekonomi global.

"Sejumlah indikator dini ekonomi global seperti keyakinan pelaku ekonomi, Purchasing Manager Index (PMI) dan pesanan ekspor menunjukan perbaikan pada Desember 2019-Januari 2020. Optimisme berubah setelah terjadinya Covid-19 yang diprakirakan menekan perekonomian China dan menghambat keberlanjutan pemulihan ekonomi global, setidaknya pada kuartal I 2020," terangnya.

Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi.

"Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat guna mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta mempercepat reformasi struktural, termasuk dalam memitigasi dampak Covid-19," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perry Warjiyo Wanti-wanti...
Perry Warjiyo Wanti-wanti Pemulihan Ekonomi Global Bakal Lama
5 Dinamika Perubahan...
5 Dinamika Perubahan Global Jadi Sorotan Perry Warjiyo, Intip Detailnya
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Pemulihan Ekonomi Global Akan Hadapi Sejumlah Risiko
Penuh Gejolak, Perry...
Penuh Gejolak, Perry Warjiyo Ramal Ekonomi Global 2023 Hanya Tumbuh 2,7%
Dua Raksasa Ekonomi...
Dua Raksasa Ekonomi Mulai Bangkit, Kondisi Global Membaik
Bos BI Ungkap 5 Faktor...
Bos BI Ungkap 5 Faktor 'Keramat' yang Ancam Ekonomi Indonesia
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
34 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
9 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
10 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved