Dihadang Corona, Industri Pameran Gagal Lepas Landas di 2020

Minggu, 23 Februari 2020 - 13:21 WIB
A A A
Meskipun buyers dari negara selain China masih mengharapkan pameran tetap terselenggara, tak ada yang bisa menjamin buyers asing bakal banyak yang datang terlebih kondisi Singapura sebagai hub penerbangan internasional juga saat ini sedang tidak kondusif akibat meningkatnya kasus corona di negeri jiran tersebut.

Dengan harapan wabah corona sudah reda pada April atau Mei, lanjut Ralph, nantinya pameran-pameran yang ditunda itu akan dicarikan tanggal pengganti yang sesuai di semester II/2020.

"Itu pun tidak mungkin semua bisa mengisi slot yang kosong. Akibatnya, kemungkinan besar di akhir tahun ini kami akan merasakan penurunan (pendapatan dari penyewaan venue) mungkin sampai 20%," ucapnya.

Tidak hanya JIExpo, Ralph menyebut BNDCC (Bali Nusa Dua Convention Center) di Bali juga ikut lesu terdampak corona. Selain itu sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, juga melaporkan adanya pembatalan pameran-pameran internasional.

Dengan kondisi global yang tidak kondusif saat ini, pengusaha berharap dukungan pemerintah untuk mendorong kegiatan MICE di dalam negeri, termasuk di kota-kota yang terkena dampak penurunan turis asing yang besar seperti Bali, Manado dan Batam.

"Jadi dalam jangka pendek, mungkin sampai Juni atau Agustus mendatang, kita upayakan kegiatan MICE di dalam negeri bisa jadi motor penggerak," imbuh Rati.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Rizki Handayani mengatakan, saat ini market wisatawan mancanegara (wisman) sedang "sakit" akibat wabah corona, sehingga pemerintah akan berfokus pada market domestik. Saat ini pemerintah tengah menggodok insentif yang akan diberikan kepada sektor pariwisata dan industri terkait lainnya.

"Kalau dari Kemenparekraf, kami bisa bantu melalui dukungan promosi, misalnya untuk maskapai. Selain itu, kita akan mendorong kementerian/lembaga untuk mengadakan kegiatan rapat atau pertemuan lainnya di destinasi terdampak (penurunan turis) agar jangan sampai terjadi banyak layoff di sana," tuturnya.

Pertemuan atau rapat yang digelar instansi pemerintah memang masih menjadi salah satu penggerak utama MICE di Indonesia. Adapun MICE yang digelar oleh asosiasi masih belum optimal. Itulah sebabnya, data ICCA menyebut Indonesia secara global berada di ranking ke-36 sebagai destinasi pertemuan asosiasi internasional dan peringkat ke-11 di Asia Pasifik. Adapun di Asia Tenggara, Indonesia di urutan ke-4 atau kalah dari Thailand, Singapura dan Malaysia.

Agen Travel Kehilangan 80% Pendapatan
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1611 seconds (10.55#12.26)