Airlangga: Kita Negara Maju Tapi Ada yang Enggak Mau Maju
Senin, 24 Februari 2020 - 14:21 WIB
Airlangga: Kita Negara Maju Tapi Ada yang Enggak Mau Maju
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kebijakan Amerika Serikat (AS) yang mencabut Indonesia dari status negara berkembang bukan sesuatu yang harus dipersoalkan, melainkan sebaliknya sebagai suatu kebanggaan.
Airlangga menilai pencabutan status tersebut membanggakan karena Indonesia bisa berada di status negara maju versi AS. "Indonesia kini berada di status negara maju dalam versi AS," katanya di Jakarta, Senin (24/2/2020).
Airlangga menerangkan saat ini Indonesia merupakan anggota negara G20, yaitu kelompok negara dengan perekonomian besar di dunia. Ini menunjukkan Indonesia memiliki perekonomian yang cukup maju. Bahkan Indonesia berada di peringkat 15 negara ekonomi dunia dan daya beli ekonomi berada di peringkat 7 dari negara-negara G20.
"Justru kita berbangga, kita kan negara G20 sekarang. Masak mau dianggap berkembang terus. Kita sudah negara maju tapi ada yang enggak mau maju," ungkap Airlangga. Baca: AS Cabut Status Negara Berkembang, Bukti Indonesia Negara Maju
Terkait pencabutan status tersebut berdampak pada daya saing produk Indonesia, Airlangga mengatakan tidak khawatir. Pencabutan status akan berdampak terhadap perdagangan Indonesia ke AS yang tak lagi bisa mendapatkan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP).
GSP merupakan kebijakan untuk memberikan keringanan bea masuk terhadap impor barang-barang tertentu dari negara-negara berkembang. "Soal itu (GSP), enggak khawatir. Mau jadi negara maju enggak? Jadi ini tidak masalah," pungkasnya.
Airlangga menilai pencabutan status tersebut membanggakan karena Indonesia bisa berada di status negara maju versi AS. "Indonesia kini berada di status negara maju dalam versi AS," katanya di Jakarta, Senin (24/2/2020).
Airlangga menerangkan saat ini Indonesia merupakan anggota negara G20, yaitu kelompok negara dengan perekonomian besar di dunia. Ini menunjukkan Indonesia memiliki perekonomian yang cukup maju. Bahkan Indonesia berada di peringkat 15 negara ekonomi dunia dan daya beli ekonomi berada di peringkat 7 dari negara-negara G20.
"Justru kita berbangga, kita kan negara G20 sekarang. Masak mau dianggap berkembang terus. Kita sudah negara maju tapi ada yang enggak mau maju," ungkap Airlangga. Baca: AS Cabut Status Negara Berkembang, Bukti Indonesia Negara Maju
Terkait pencabutan status tersebut berdampak pada daya saing produk Indonesia, Airlangga mengatakan tidak khawatir. Pencabutan status akan berdampak terhadap perdagangan Indonesia ke AS yang tak lagi bisa mendapatkan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP).
GSP merupakan kebijakan untuk memberikan keringanan bea masuk terhadap impor barang-barang tertentu dari negara-negara berkembang. "Soal itu (GSP), enggak khawatir. Mau jadi negara maju enggak? Jadi ini tidak masalah," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :