Antisipasi Pertumbuhan Ekonomi RI Terancam Turun ke 4,7%

Kamis, 27 Februari 2020 - 06:12 WIB
Antisipasi Pertumbuhan...
Antisipasi Pertumbuhan Ekonomi RI Terancam Turun ke 4,7%
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan Indonesia mulai merasakan dampak penurunan ekonomi China akibat virus Corona. Pengaruh terhadap ekonomi Indonesia di kisaran 0,3% hingga 0,6%. Sehingga ekonomi Indonesia bisa turun sampai 4,7% di kuartal pertama tahun ini.

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anneta Komarudin mengatakan, dalam kondisi tertekan seperti saat ini maka dia mengingatkan pemerintah harus segera meningkatkan koordinasi antar lembaga terkait. Baik dari kementerian kesehatan, imigrasi, dan instansi terkait lainnya untuk meredam dampak negatif epidemi virus Corona.

"Ini sangat penting agar masyarakat tetap tenang, namun di sisi lain juga harus tetap waspada," ujar Puteri.

Selain itu menurut dia, pemerintah juga harus segera mencari upaya agar bisa terus menjaga stabilitas perekonomian nasional. Karena dampak epidemi virus ini sudah mulai terasa terutama di sektor perdagangan dan pariwisata. Maka dari itu juga perlu untuk mulai mencari inovasi dan solusi guna mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.

"Pemerintah harus secepatnya memberikan solusi karena kemungkinan terburuk yang terjadi bisa bermuara pada resesi ekonomi global. Ini harus ada solusi dan segera diantisipasi," ujar dia.

Chief Economist BNI Sekuritas Damhuri Nasution menilai revisi yang dilakukan pemerintah adalah sebuah langkah wajar. Ini mengingat dampak virus Corona terhadap perekonomian nasional dan global ternyata lebih parah dibandingkan SARS maupun prediksi ekonom sebelumnya.

"Dengan revisi ini pemerintah tampaknya lebih realistis. Penyebaran virus Corona ini memang menyebabkan ekspor menurun," ujar Damhuri di Jakarta.

Dia menilai dampak tekanan terlihat pada aktivitas di beberapa sektor seperti manufaktur, pertanian dan pertambangan yang produknya diekspor, juga akan menurun. Disamping itu juga tekanan di sektor jasa seperti transportasi, hotel dan restoran, serta pariwisata juga akan menurun. "Tekanan tersebut khususnya karena penurunan turis yang datang ke Indonesia akibat virus Corona," ungkapnya.

Namun dia juga melihat Indonesia belum terdampak seperti perekonomian China atau Korsel sehingga harus melakukan relaksasi masif untuk menyelamatkan perekonomian nasionalnya. Menurutnya ini karena porsi ekspor barang dan jasa dalam perekonomian Indonesia masih relatif kecil atau kurang dari 20%. "Maka dampak yang dirasakan oleh Indonesia akan lebih kecil dibandingkan negara-negara tetangga dengan porsi ekspor dalam ekonominya lebih besar," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
13 menit yang lalu
Astra Gelar RUPSLB,...
Astra Gelar RUPSLB, Kantongi Restu Buyback Rp8 Triliun dan Program Saham Manajemen
51 menit yang lalu
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
52 menit yang lalu
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
2 jam yang lalu
Hindari Risiko Kerusakan...
Hindari Risiko Kerusakan Barang, Ini 7 Tips Packing dari J&T Cargo
2 jam yang lalu
Gelar RUPS Luar Biasa,...
Gelar RUPS Luar Biasa, Brigit Biofarmaka Teknologi Bahas Penyesuaian Klasifikasi Usaha
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved