Rupiah Terus Melemah ke Rp16.225, Bank Indonesia Lakukan Intervensi
Jum'at, 20 Maret 2020 - 14:42 WIB
Rupiah Terus Melemah ke Rp16.225, Bank Indonesia Lakukan Intervensi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terus melemah pada Jumat (20/3/2020). Mata uang kecintaan kita di indeks Bloomberg pada pukul 14.34 WIB, semakin mengkhawatirkan dengan tidak berdaya 312 poin atau 1,96% ke level Rp16.225 per USD.
Untuk mencegah rupiah semakin anjlok, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo langsung melakukan intervensi ke pasar, dengan menginjeksi likuiditas, baik rupiah dan valuta asing. Bank sentral melakukan injeksi sebesar Rp300 triliun.
"Kita terus injeksi likuiditas sebesar Rp300 triliun, dalam bentuk pembelian SBN di pasar sekunder, sekaligus memberikan injeksi likuiditas di pasar uang dan perbankan mencapai Rp163 triliun," ujar Perry di Jakarta, Jumat (20/3/2020).
Dia melanjutkan BI terus melakukan langkah stabilisais nilai tukar rupiah dengan melalui intervensi baik di spot, pembelian Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian surat berharga negara (SBN) dipasar sekunder
"Kami terus melakukan seperti ini, ditengah aksi investor global yang menarik dananya dari seluruh negara termasuk Indonesia," jelasnya.
Perry menegaskan bahwa BI akan terus berada di pasar menjaga pasar dan berjalannya mekanisme pasar melalui triple intervensi spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder.
"Kita terus berkoordinasi erat dengan pemerintah di bawah arahan Presiden, dan koordinasi dengan Menteri Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan," jelasnya.
Untuk mencegah rupiah semakin anjlok, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo langsung melakukan intervensi ke pasar, dengan menginjeksi likuiditas, baik rupiah dan valuta asing. Bank sentral melakukan injeksi sebesar Rp300 triliun.
"Kita terus injeksi likuiditas sebesar Rp300 triliun, dalam bentuk pembelian SBN di pasar sekunder, sekaligus memberikan injeksi likuiditas di pasar uang dan perbankan mencapai Rp163 triliun," ujar Perry di Jakarta, Jumat (20/3/2020).
Dia melanjutkan BI terus melakukan langkah stabilisais nilai tukar rupiah dengan melalui intervensi baik di spot, pembelian Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian surat berharga negara (SBN) dipasar sekunder
"Kami terus melakukan seperti ini, ditengah aksi investor global yang menarik dananya dari seluruh negara termasuk Indonesia," jelasnya.
Perry menegaskan bahwa BI akan terus berada di pasar menjaga pasar dan berjalannya mekanisme pasar melalui triple intervensi spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder.
"Kita terus berkoordinasi erat dengan pemerintah di bawah arahan Presiden, dan koordinasi dengan Menteri Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan," jelasnya.
(ven)
Lihat Juga :