Ini Daftar Lengkap Kelompok Penyumbang Inflasi Maret 2020

Rabu, 01 April 2020 - 13:38 WIB
Ini Daftar Lengkap Kelompok...
Ini Daftar Lengkap Kelompok Penyumbang Inflasi Maret 2020
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Stastik (BPS) membeberkan, beberapa faktor yang menjadi penyumbang inflasi pada bulan Maret 2020 yang tercatat 0,10%. Dibanding Februari, inflasi Maret lebih rendah karena inflasi Februari sebesar 0,28%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penyebab inflasi Maret 2020 karena kenaikan harga emas dan ikan segar. "Kenaikan harga ikan segar dan sumbangan kenaikan harga emas. Karena terjadi lonjakan harga dan permintaan ikan meningkat," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Dia melanjutkan terdapat 11 kelompok pengeluaran, dimana ada dua kelompok memberi deflasi dan sisanya memberi andil inflasi. "Ada dua kelompok pengeluaran deflasi, pertama transportasi sebesar 0,43% dan informasi komunikasi serta jasa keuangan 0,09%,'" jelasnya.

Sementara kelompok pengeluaran lainnya terjadi inflasi, namun tidak terlalu tinggi. Inflasi disumbang dari kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,06%. "Kenaikan emas perhiasan beri andil inflasi 0,05% itu yang sebabkan terjadinya inflasi kalau lihat berdasarkan komponen," ungkapnya.

Sementara kelompok makanan, minuman dan tembaku memberi andil inflasi sebesar 0,10%. "Yang pertama kenaikan telur ayam 0,03%, bawang bombai dan gula pasir," tandasnya.

Rinciannya inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,10%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,12%. Ditambah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02%.

Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,28%; kelompok kesehatan sebesar 0,21%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02%. Lalu kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,36%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,99%. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Usai Deflasi Beruntun,...
Usai Deflasi Beruntun, Bulan Oktober 2020 Kembali Inflasi 0,07%
Inflasi September 2025...
Inflasi September 2025 Capai 0,21%, Berikut Komoditas Pendorongnya
BPS Catat Inflasi 0,28...
BPS Catat Inflasi 0,28 Persen pada November 2020
BPS: Deflasi Juni Cetak...
BPS: Deflasi Juni Cetak Rekor Tertinggi Perdana di 2021
Deflasi Kembali Terjadi...
Deflasi Kembali Terjadi di Agustus 2020, BPS Catat Sebesar 0,05%
Berita Terkini
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
12 menit yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
4 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved