Harga IPO Surya Esa Rp450-650 per saham

Selasa, 10 Januari 2012 - 11:58 WIB
Harga IPO Surya Esa...
Harga IPO Surya Esa Rp450-650 per saham
A A A
Sindonews.com - PT Surya Esa Perkasa menetapkan harga dalam penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada kisaran Rp450–650 per lembar saham.

Perseroan akan melepas 250 juta lembar saham atau 25 persen dari porsi modal disetor. Dengan penetapan harga tersebut, raihan dana perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha industri pemurnian dan pengolahan gas bumi itu mencapai Rp112,5-162,5 miliar.

“Dana tersebut 75 persen akan kami gunakan untuk ekspansi terutama peningkatan kapasitas produksi LPG.Sisanya 25% untuk pelunasan utang,” ungkap Sekretaris Perusahaan Surya Esa Perkasa Isentha Hioe di Jakarta, Selasa (10/12/2012).

Menurut dia, perseroan akan melakukan pengembangan kilang gas dengan menambah kapasitas produksi sebesar 50 MT (metrik ton) LPG per hari menjadi 163 MT LPG per hari dari 113 MTLPG per hari saat ini. Namun, penambahan tersebut baru akan dilakukan pada 2014.

Sementara dua tahun ini, Isentha mengungkapkan, produksi LPG perseroan masih akan stagnan pada posisi 113 MT. Sedangkan 25 persen sisa hasil IPO akan digunakan untuk menambah pembayaran utang kepada Bank UOB sebesar Rp350 miliar. Pinjaman tersebut dilakukan perseroan tahun lalu guna mengakuisisi PT Panca Amara Utama (PAU) yang merupakan produsen amoniak.
“Kami juga akan membangun fasilitas produksi amoniak di Sulawesi. Namun, dananya bukan dari IPO,” kata dia.

Pembangunan pabrik, menurutnya, membutuhkan dana USD700 juta yang baru akan digelontorkan pada 2014. Tahun ini perseroan baru melakukan desain pabrik tersebut. Sementara pendanaan perseroan akan menggunakan dana eksternal berupa pinjaman bank.“Proyek tersebut diharapkan mulai beroperasi pada 2015,” tambahnya.

Isentha menjelaskan, PAU akan memanfaatkan gas bumi dari wilayah kerja blok Senoro-Toili (Donggi-Senoro) di Sulawesi Tengah. Produksi amoniak diharapkan menjadi penunjang kinerja perseroan. Saat ini kinerja perseroan tergolong fluktuatif karena mengikuti naik-turun harga LPG dunia. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Kuota Haji 2026 Indonesia...
Kuota Haji 2026 Indonesia Per Provinsi, Berikut Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved