Bulog Aceh tak mampu serap gabah petani
Selasa, 10 Januari 2012 - 16:02 WIB
Bulog Aceh tak mampu serap gabah petani
A
A
A
Sindonews.com - Harga tinggi untuk gabah petani di Aceh membuat Perum Bulog Devisi Regional Aceh tak mampu menyerap gabah petani di provinsi itu sesuai yang diharapkan selama 2011. Dari 40 ribu ton yang ditarget, Bulog hanya mampu menyerap 38,977 ton beras hingga akhir tahun lalu.
Kabid Pelayanan Publik Bulog Aceh Sufridawati mengatakan, pihaknya kesulitan memenuhi target tersebut karena harga di pasaran lebih tinggi dibanding harga beli pemerintah.
"Harga pasaran lebih tinggi, jadi sulit kita bisa merealisasikan 100 persen," katanya saat dihubungi wartawan di Banda Aceh, Selasa (10/1/2012).
Harga pembelian pemerintah (HPP) gabah petani diberlakukan Rp5.060 per Kilogram (Kg), dengan pemberian intensif senilai Rp1.440 per Kg, namun harga itu tetap sulit bersaing dengan harga ditawarkan pasar yang lebih tinggi.
"Walaupun sudah kita berikan intensif tetapi tetap saja masih tinggi harga di pasaran," ujar Sufrida.
Sehingga banyak petani lebih memilih melepas gabahnya ke pembeli atau agen penampung di pasaran yang sebagian besar justru dibawa ke luar daerah karena harga jual di sana lebih tinggi.
Agar mampu bersaing dengan harga pasaran, Bulog Aceh berjanji akan mengajukan usulan penambahan intensif pembelian untuk 2012 di samping mempererat lagi kerja sama dengan mitra-mitra di seluruh daerah.
Di sisi lain Sufrida menambahkan, persediaan beras di gudang Bulog di Aceh masih aman untuk enam bulan ke depan. Stok tersebut aman untuk konsumsi serta kesiapsiagaan kalau ada bencana alam. (ank)
Kabid Pelayanan Publik Bulog Aceh Sufridawati mengatakan, pihaknya kesulitan memenuhi target tersebut karena harga di pasaran lebih tinggi dibanding harga beli pemerintah.
"Harga pasaran lebih tinggi, jadi sulit kita bisa merealisasikan 100 persen," katanya saat dihubungi wartawan di Banda Aceh, Selasa (10/1/2012).
Harga pembelian pemerintah (HPP) gabah petani diberlakukan Rp5.060 per Kilogram (Kg), dengan pemberian intensif senilai Rp1.440 per Kg, namun harga itu tetap sulit bersaing dengan harga ditawarkan pasar yang lebih tinggi.
"Walaupun sudah kita berikan intensif tetapi tetap saja masih tinggi harga di pasaran," ujar Sufrida.
Sehingga banyak petani lebih memilih melepas gabahnya ke pembeli atau agen penampung di pasaran yang sebagian besar justru dibawa ke luar daerah karena harga jual di sana lebih tinggi.
Agar mampu bersaing dengan harga pasaran, Bulog Aceh berjanji akan mengajukan usulan penambahan intensif pembelian untuk 2012 di samping mempererat lagi kerja sama dengan mitra-mitra di seluruh daerah.
Di sisi lain Sufrida menambahkan, persediaan beras di gudang Bulog di Aceh masih aman untuk enam bulan ke depan. Stok tersebut aman untuk konsumsi serta kesiapsiagaan kalau ada bencana alam. (ank)
()