Pasokan gas dijamin aman

Selasa, 17 Januari 2012 - 15:22 WIB
Pasokan gas dijamin...
Pasokan gas dijamin aman
A A A
Sindonews.com - Menjelang persiapan realisasi pengalihan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), kebutuhan pasokan gas khususnya untuk dalam negeri dijamin berada dalam kondisi aman.

"Suplai gas kita masih banyak seperti di Masela kemudian discovery getting oil juga masih banyak, jadi cukuplah sebenarnya pasokan gas kita," ungkap Juru Bicara BP Migas I Gde Pradnyana kepada Sindonews di Hotel Le Meredien Jakarta, Selasa (17/1/2012).

Wacana yang belakangan muncul meragukan kebijakan pemerintah dalam pengalihan ke BBG, apalagi pasokan gas yang dimungkinkan tidak mampu memenuhi pasokan dalam negeri.

Namun, Pradnyana menjelaskan bahwa wacana ini muncul karena mindset yang berkembang di masyarakat kecenderungan masih berkutat pada mindset perminyakan.

"Orang kebanyakan mindsetnya masih mindset minyak, kalau minyak kan kita bisa produksi dulu kemudian cari pembeli. Kalau gas kita tidak bisa karena pada dasarnya kontrak gas itu kontrak jangka panjang. Sehingga kita tidak memasok gas, kemudian cari pembeli dulu melainkan setelah dapat pembeli baru kita produksikan gasnya," ujarnya.

Pradnyana menegaskan bahwa untuk pemesanan gas saat ini, hanya akan dapat diperoleh sekitar 15 tahun yang akan datang karena harus melewati prosedural produksi dimana gas harus ada pembeli terlebih dahulu sebelum diproduksi.

Dalam berita sebelumnya salah satu langkah yang ditempuh pemerintah dalam rangka pembatasan BBM adalah program konversi BBM ke BBG.

Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Evita Legowo, untuk menyukseskan program tersebut, pemerintah mengklaim sudah mengalokasikan pasokan gas hingga 20 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Gas yang berasal dari PT Pertamina (Persero), PT Medco E&P Indonesia, dan Perusahaan Gas Negara (PGN), bersumber dari gas bumi dari Jakarta, Surabaya, Gresik, Palembang, Bekasi dan Medan. Dari sisi kebutuhan, Jakarta diperkirakan akan menghabiskan BBG terbesar sekitar 8,2 MMSCFD per tahun.

"Sampai 2014 pasokan gas itu sudah tersedia," kata Evita. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
13 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
30 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved