Kilang Duri tak rugikan negara

Jum'at, 20 Januari 2012 - 08:52 WIB
Kilang Duri tak rugikan...
Kilang Duri tak rugikan negara
A A A
Sindonews.com - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) membantah bahwa Kilang Duri, Jambi yang dikelola Chevron merugikan negara USD2,1 miliar per tahun.

"Ah itu pasti kata pak Qoyum (Anggota Komite BPH Migas) ya. Dia bandingkan gara-gara gas dikirim ke Duri, di Jawa listrik harus pakai BBM. Nah perbedaan harganya itu yang dia sebut merugikan negara.," " ujar Deputi Operasi BP Migas Rudi Rubiandini yang dihubungi okezone di Jakarta, Jumat (20/1/2012).

Menurut Rudi, ada hal yang dilupakan ketika menganggap Kilang Duri merugikan negara. Yaitu bahwa gas yang dikirim ke Duri menghasilkan pendapatan negara yang jauh lebih besar yaitu produksi minyak.

"Kalau ga ada gas itu, produksi lapangan Duri mati total, padahal produksinya 190 ribu barel per hari (bph)," tegasnya.

Menurutnya minyak yang ada di Kilang Duri itu berjenis heavy oil sehingga untuk bisa diangkat harus bisa dipanaskan pakai uap.

"Nah uapnya ini dihasilkan dari pembakaran gas," tegasnya.

Dirinya mengatakan jika asumsinya satu barel senilai USD100 maka Kilang duri yang menghasilkan 190 ribu bph maka dapat menghasilkan USD19juta per hari.

"Pendapatan dari lapangan itu jauh melebihi subsidi BBM yang dipake untuk listrik di Jawa," katanya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan jika dibilang merugikan negara berarti stakeholder yang mengurus KKKS termasuk Kementerian ESDM dan Dirjen Migas bisa dibilang orang bodoh semua.

"Kan tidak, kalau merugikan pasti udah dihentikan dari dulu," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved