Inilah 3 wilayah bidikan baru ekspor RI

Selasa, 24 Januari 2012 - 14:51 WIB
Inilah 3 wilayah bidikan...
Inilah 3 wilayah bidikan baru ekspor RI
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan akan mempersiapkan pasar ekspor baru yaitu ke sejumlah negara di belahan Afrika, Asia Tengah dan Amerika Selatan. Differrensiasi pasar ini dilakukan sebagai alternatif atas krisis yang terjadi di negara-negara utama tujuan ekspor.

"Yang jelas kita akan terus promosikan ke negara-negara lain, seperti Pak menteri perdagangan dalam waktu dekat akan ke Afrika lagi setelah Desember kemarin beliau baru ada di sana. Jadi kita akan intensifkan komunikasi hubungan serta promosi kita di sana dengan melihat beberapa pasar yang potensial sebagai entrance seperti Afrika Selatan dan negara-negara lainnya," ujar Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/1/2012).

Sedangkan untuk wilayah di Amerika Latin, belum dapat diinformasikan negara mana yang akan dituju. Namun Bayu mengatakan wilayah ini dijadikan target karena termasuk pasar yang baru dan bersifat komplementer dengan Indonesia sehingga dapat saling melengkapi.

Selanjutnya dengan memanfaatkan keberhasilan perundingan dengan Pakistan beberapa waktu lalu Kementerian Perdagangan berencana untuk mencari celah menuju Asia Tengah karena masih terhitung sebagai potensi yang bagus. Walaupun demikian Bayu menuturkan bahwa Indonesia tetap akan menuju Eropa Timur menjadi target salah satu ekspor kita dan kita akan coba meskipun kemungkinannya kecil.

"Targetnya sudah ada dan kita sedang mendalami saat ini dan waktunya untuk just do it pergi-prergi kesana," ungkapnya.

Adapun produk yang masih menjadi andalan ekspor ke negara-negara tersebut adalah makanan olahan, alas kaki, garmen, furniture, elektronik , dan automotif, serta kosmetik. Hal ini dilakukan karena beberapa yang masih sangat potensial dan kemungkinan besar dapat diterima pasar disana.

Kementerian Perdagangan menetapkan target secara keseluruhan eskpor di tahun 2012 sebesar USD230 milliar. "Ditengah situasi Eropa yang seperti ini dan situasi Amerika yang masih belum menggembirakan mudah-mudahan angka segitu dapat kita capai," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
19 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
57 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved