Berau alami kelangkaan BBM tiap tahun

Jum'at, 03 Februari 2012 - 11:26 WIB
Berau alami kelangkaan...
Berau alami kelangkaan BBM tiap tahun
A A A
Sindonews.com - Kabupaten Berau, Kalimantan Timur sejak satu bulan terakhir mengalami krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yaitu kelangkaan dan juga harga BBM jenis premium di tingkat pengecer yang mencapai Rp 10 ribu untuk satu liter.

Antrean kendaraan roda empat terjadi di SPBU hingga berhari-hari, seperti yang terjadi di SPBU di jalan Aji Isa III, Jalan Pujangga, Jalan Rinding.

"Kendaraan yang antre baru dapat BBM selama dua hari itu pun paling cepat," ujar salah satu karyawan swasta, Yono, di Tanjung Redeb, Berau (3/2/2012).

Antrean di SPBU itu kerap terjadi, bahkan makin parah selama dua pekan terakhir ini. "Akibatnya, banyak yang beli di pengecer, dimana sekarang harganya sudah mencapai Rp10 ribu," keluhnya.

Mendapat bensin di Berau bukan perkara mudah, masyarakat harus bersaing dengan para pengecer yang ingin memanfaatkan keadaan ini.

Menanggapi hal ini Bupati Berau Makmur Hapk mengatakan, kondisi ini terjadi tidak lepas dari sikap kurang tegas pihak Pertamina dan kepolisian.

“Butuh komitmen tegas dan bersama untuk atasi persoalan, terutama kepada pihak yang berwenang. Kalau kita Bupati Berau tidak banyak ikut campur hal ini diserahkan kepada yang memiliki kewenangan, Pertamina dan pemerintah pusat dan Kepolisian,” ujar dia.

Hal tersebut dilontarkannya, lantaran ada personil satpol PP yang terkena imbas akibat kemarahan warga yang mengantre. "Dia dipukul dua hari lalu, saat melakukan razia. Tapi warga tidak terima,” tutur dia.

Dia menilai krisis BBM bergulir setiap tahunnya dan ada pihak yang bermain di belakang untuk mengambil keuntungan. Namun dia tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. “Perlu ada sikap dan komitmen bersama terutama dari Presiden, Gubernur dan Bupati dan Pertamina, aparat. Kasih kita kewenangan untuk mengatur juga tapi kan sekarang tidak seperti itu,” katanya.

"Kuota pasokan BBM Kabupaten Berau terbatas seharusnya ditambah seiring bertambahnya jumlah kendaraan tidak seimbang. Tiap bulan kendaraan roda dua saja bertambah 200 unit, belum lagi kendaraan mobil," tukas Makmur. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved