Wamen ESDM: Kenaikan TDL takkan beratkan industri

Senin, 06 Februari 2012 - 14:39 WIB
Wamen ESDM: Kenaikan...
Wamen ESDM: Kenaikan TDL takkan beratkan industri
A A A
Sindonews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10 persen tidak akan terlalu memberatkan industri.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo yang ditemui dalam acara gas unconventional di Hotel Four Seasons, Jakarta Senin (6/2/2012).

"Kalau tarif listrik naik 10 persen, saya kira tidak akan beratkan industri," ujar Widjajono.

Menurutnya kenaikan TDL 10 persen juga tidak akan menurunkan daya saing usaha karena tarif listrik industri Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain di kawasan regional. "Kan beban subsidi listrik sangat besar jadi pemerintah merencanakan kenaikan TDL tersebut," tegasnya.

Sebelumnya, rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) maksimal 10 persen pada 1 April 2012 diperkirakan mengancam industri berskala besar. Pengaruh signifikan yang akan dirasakan industri besar yaitu meningkatnya beban biaya produksi.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung Deden Y Hidayat menjelaskan, industri besar merupakan sektor yang paling besar terkena dampak kenaikan TDL, terutama industri yang mengandalkan listrik sebagai pasokan energi untuk operasional.

“TDL naik sudah pasti cost produksi bertambah. Ini sangat memberatkan industri besar. Apalagi sebagian industri cukup banyak mengucurkan biaya produksi untuk membayar listrik,” ujar Deden, Senin 30 Januari 2012.

Menurut dia, beban dapat semakin berat jika kenaikan TDL bersamaan dengan opsi pembatasan BBM bersubsidi atau kenaikan bahan bakar. Kondisi itu akan memaksa kalangan industri melakukan reschedule target produksi dan rencana perusahaan. Sebab, kenaikan TDL akan berdampak pada perubahan tuntutan biaya hidup buruh yang semakin tinggi.

“Pihaknya berharap pemerintah menunda rencana tersebut. Pemerintah harus mencari timing yang sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat,” ucapnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
79% Netizen Anggap Kenaikan...
79% Netizen Anggap Kenaikan Utang Negara sebagai Beban
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved