Kondisi pabrik Apple di atas rata-rata

Kamis, 16 Februari 2012 - 13:59 WIB
Kondisi pabrik Apple...
Kondisi pabrik Apple di atas rata-rata
A A A
Sindonews.com - Kondisi kerja pada pabrik perakitan iPad dan iPhone ternyata masih lebih baik ketimbang di pabrik garmen atau fasilitas lain di China. Laporan dari Fair Labour Association (FLA), mengungkap bahwa masalah yang terjadi bukan disebabkan tekanan kerja.

FLA telah memulai pemeriksaan di delapan supplier utama Apple di China, sehubungan dengan laporan mengenai tindakan bunuh diri para pekerja, ledakan pabrik, dan kerja yang menyerupai perbudakan di Foxconn Technology Group.

Diwartakan Stuff, Kamis (16/2/2012), meskipun tidak memberikan kesimpulan langsung mengenai kondisi kerja di pabrik tersebut, Auret van Heerden, President di FLA mencatat bahwa kejenuhan dan rasa terasing (alienasi) bisa saja berperan memicu stres yang membuat beberapa pekerja memilih bunuh diri.

"Fasilitasnya kelas satu, kondisi fisiknya berada jauh di atas kondisi rata-rata," kata van Heerden setelah kunjungan pertamanya ke Foxconn.

"Saya sangat terkejut ketika berjalan ke dalam Foxconn, suasananya lebih tenang ketimbang pabrik garmen. Jadi masalahnya bukan intensitas, kelelahan, dan lingkungan yang menekan seperti di pabrik garmen. Bisa saja ini cenderung mengarah pada situasi monoton, kejenuhan, atau rasa keterasingan," tambahnya.

Van Heerden menerangkan, kebanyakan pekerja adalah para pemuda yang datang dari pelosok dan untuk pertama kalinya jauh dari keluarga. Mereka dipindahkan dari pelosok ke sebuah gaya hidup industri, yang seringkali sangat intensif. Hal itu sangat mengejutkan para pekerja muda.

"Dan kami menemukan bahwa mereka seringkali membutuhkan suatu dukungan emosional, namun mereka tidak bisa memperolehnya. Pabrik-pabrik tidak menyadari bahwa pekerja mereka perlu dukungan emosional," tandasnya.

Dia berpendapat, Apple tidak perlu bergabung dengan FLA. Jika perusahaan berlogo apel itu ingin mencari jalan yang lebih mudah, masih banyak pilihan yang lain. Fakta bahwa Apple bergabung di FLA, menurutnya, menunjukkan keseriusan untuk meningkatkan kualitasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
8 menit yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
28 menit yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
39 menit yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
46 menit yang lalu
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
1 jam yang lalu
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
2 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved