Listrik lampaui 60 Kwh, subsidi dikurangi

Jum'at, 17 Februari 2012 - 16:09 WIB
Listrik lampaui 60 Kwh,...
Listrik lampaui 60 Kwh, subsidi dikurangi
A A A


Sindonews.com - PT PLN (persero) mengusulkan pengurangan subsidi Tarif Dasar Listrik (TDL) bagi rumah tangga dengan pemakaian listrik melampaui 60 Kilowatt per hours (Kwh).

"Desainnya sedang dibahas oleh pemerintah. Usulan dari PLN, kami sependapat dengan satu prinsip subsidi perlu diarahkan pada golongan masyarakat yang membutuhkan," ujar Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin, yang ditemui dalam acara penandatanganan di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (17/2/2012).

Dia mengatakan, pihaknya akan mengatur pemberian subsidi untuk yang paling membutuhkan atau pembayaran individual. "Kalau di rumah mudah sekali untuk yang 450 Va dan 900 Va masih okelah. Tetapi untuk 450 Va pemakaiannya besar bisa di atas 60 Kwh, subsidinya perlu dikurangi, kalau sekarang kan pukul rata," tegasnya.

Murtaqi menambahkan, untuk pelanggan yang memakai 2.200 VA ternyata paling banyak yang menerima subsidi. "Pelanggan 2.200 Va listrik di atas 1.000 Kwh, lebih besar subsidi daripada di desa yang pasang tiga sampai empat lampu. Persoalan keadilan menjadi salah satu konsen, ini sudah dilakukan studi dari perguruan tinggi," jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, persoalan tarif, persoalan subsidi, dan ada persoalan keadilan, ini akan berdampak pada fiskal. "Keadilan harus dibenahi, yang kedua persoalan fiskal, pemerintah masih mau menanggung tidak subsidi yang besar dan bermanfaat untuk yang lain," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
27 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
Baterai Mobil Listrik...
Baterai Mobil Listrik Made in Karawang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved